SATUMALUKU.ID – Tim SAR Basarnas Ambon terus melakukan pencarian terhadap nelayan asal Dusun Wayasel, Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah, yang hingga kini belum ditemukan setelah hilang kontak saat melaut sendiri sejak Minggu (17/8).
“Laporan kondisi membahayakan jiwa manusia ini diterima Comm Centre Basarnas Ambon dari Sertu Saut Sinaga, Babinsa Dusun Wayasel, Senin sekitar pukul 13.19 WIT,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, di Ambon.
Setelah menerima laporan tersebut, masyarakat setempat turut serta dalam pencarian, tetapi hanya perahu milik korban yang ditemukan dalam keadaan kosong.
Korban, bernama La Musi, dinyatakan hilang saat melaut sejak pukul 15.00 WIT.
Operasi SAR segera dikerahkan: sekitar pukul 13.38 WIT, satuan Rescuer menggunakan Rigid Buoyancy Boat berlayar menuju titik koordinat dugaan, yaitu sekitar 35,23 mil laut atau berjarak lebih dari 35 NM arah barat dari Dermaga BRIN Ambon.
Selama operasi, Tim SAR juga memanfaatkan drone thermal untuk melakukan penyisiran dari udara sejauh 2,7 km, membantu memperluas area pencarian di tengah kondisi cuaca yang berangin dan gelombang setinggi 1,25 meter.
Rencananya, pencarian akan dilanjutkan ke hari berikutnya jika hasil pada hari pertama belum maksimal. Tim SAR gabungan, termasuk Basarnas Ambon, Babinsa, dan warga setempat, tetap dikerahkan untuk menyisir area lebih luas demi memastikan keselamatan korban. (aldi)