KASAD Dorong Percepatan Peralihan Benteng Victoria di Ambon Sebagai Cagar Budaya

Share:

satumalukuID- Peralihan Benteng Victoria yang saat ini masih dikuasai Kodam XVI/Pattimura telah mendapat restu dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Andika Perkasa.

Hal itu disampaikan Wali Kota Ambon kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Sabtu (19/9/2020). Menurutnya, KASAD sudah ikhlas dan setuju, bahkan mendorong agar Benteng Victoria peninggalan Portugis-Belanda ini secepatnya diserahkan kepada Pemerintah Kota Ambon.

“Intinya ada di Kepala Staf Angkatan Darat. Kepala staf sudah ikhlas, sudah setuju, dan bahkan beliau mendorong agar dipercepat. Nah tinggal yang lain suporting, DPR RI sudah, komisi-komisi terkait sudah, bahkan Bapenas sudah untuk itu,” terangnya.

Peralihan Benteng Victoria yang kembali direbut dari tangan Separatis Republik Maluku Selatan (RMS) pada tahun 1950 silam ini merupakan komitmen bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dengan Kodam XVI/Pattimura.

“Di tengah-tengah Covid ini juga ada salah satu tugas berat yaitu terkait komitmen Pemerintah Kota dan Kodam XVI/Pattimura untuk menyerahkan kembali Benteng Victoria sebagai cagar budaya,” jelasnya.

Dalam rencana tata ruang Pemkot, kata Richard, Benteng Victoria telah dimasukan sebagai cagar budaya sejak tahun 2012 lalu. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI juga sudah menyetujui Benteng Victoria dijadikan salah satu cagar budaya di Maluku pada tahun 2015.

“Tetapi dalam kenyataannya benteng itu kan sementara ditempati oleh TNI. Sejak kapan TNI kuasai dia, TNI tempati benteng itu sejak tahun 1950 pada saat pertempuran, lalu TNI ambel dari RMS. Itu sampai kenapa di depan situ ada patung Slamet Riyadi (Pahlawan Nasional),” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Richard, Benteng yang sangat bersejarah itu mau diserahkan kembai kepada Pemkot Ambon. Pihaknya telah menjajaki seluruh petinggi negara, termasuk pada Kamis (17/9/2020) lalu, tim yang terdiri dari Pemkot Ambon, DPRD Kota dan tim asistensi Kodam XVI/Pattimura, menemui Kepala Staf Kepresidenan.

“Kita diterima oleh kepala staf Presiden dan Menteri Pariwisata. Menteri Pariwisata telah menyampaikan dukungan penuh. Istilahnya kalau Menteri Pariwisata tidak mendudukung itu kebangetan,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Staf Kepresidenan juga memberikan apresiasi. Bahkan beliau mengambil inisiatif untuk membuat rapat koordinasi antar Kementerian dan Lembaga terkait untuk membicarakan masalah tersebut.

“Jadi seluruhnya bersama Presiden akan membicarakan kelanjutan Benteng Victoria ini. Nah saya rasa ini langkah langkah maju, luar biasa bagi upaya kita,” jelasnya.

Tak hanya itu, Richard mengaku dalam waktu dekat dirinya akan bertemu Kepala Pusat Arkeologi, Menteri PU, Pertahanan dan Keamanan, serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Ini dalam upaya meminta dukungan sepenuhnya,” tandasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini