Sempat Didemo Buruh TKBM, Danlantamal Back Up Kehadiran Marinir di Pelabuhan Ambon

Share:

Danlantamal Ambon Brigjen TNI Mar Said Latuconsina saat meninjau aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Ambon

satumalukuID - Komandan Lantamal IX Ambon Brigjen TNI Mar Said Latuconsina meninjau proses pengamanan bongkar muat barang dan penumpang di Pelabuhan Yos Sudarso.

Pada saat yang sama dia juga melaksanakan kunjungan ke PT Pelni Cabang Ambon, (Kamis 11/1/2024).

Kunjungan Danlantamal Ambon ini, hanya berselang beberapa hari, setelah adanya suara miring dari sejumlah buruh pelabuhan yang mempersoalkan kehadiran Marinir bertugas di Pelabuhan Ambon.

Ratusan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menggelar aksi mogok kerja di Pelabuhan Ambon, Senin (8/1/2024).

Mereka beralasan seharusnya anggota maririr tidak perlu bertugas di pelabuhan, karena sudah ada Polsek KPYS (Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso) .

"Pelabuhan sebagai gerbang utama transportasi laut di wilayah Maluku dan memerlukan pengamanan yang baik sehingga proses naik turun penumpang dan  bongkar muat barang  dapat terlaksana dengan lancar dan aman, juga terhindar dari keluar masuknya barang-barang terlarang," kata Danlantamal IX, Brigjen Said Latuconsina.

Menurut Latuconsina, tingginya mobilisasi di pelabuhan sangat berpotensi terjadinya gangguan keamanan, sehingga membutuhkan pengamanan yang  terkoordinasi antar semua stakeholder di pelabuhan salah satunya dengan kehadiran TNI AL.

[cut]

Keberadaan TNI AL tambahnya, sudah banyak memberikan perubahan yang signifikan antara lain pelabuhan Ambon menjadi salah satu pelabuhan yang tertib dalam proses embarkasi debarkasi penumpang dan barang.

Juga personel pengamanan berhasil menggagalkan penyelundupan barang terlarang diataranya senjata rakitan dan amunisi, minuman keras, air raksa, dan lain sebagainya.

"Dalam menegakkan aturan, tentu diperlukan ketegasan sehingga hal-hal yang awalnya kurang teratur menjadi lebih teratur dan tidak menutup kemungkinan  terjadi gesekan di lapangan, baik dengan penumpang, pekerja pelabuhan maupun sesama petugas. Sehingga diperlukan kerjasama, apabila terjadi kesalahpahaman harus segera dikoordinasikan dan diselesaikan dan  dengan baik," tandasnya.

Sementara itu, Kepala PT. Pelni Cabang Ambon, Ilhamda menambahkan bahwa anggota Marinir yang bertugas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tidak mengambil alih tugas pengamanan di pelabuhan dari kepolisian maupun KSOP yang bertugas di lapangan.

Namun sebaliknya, marinir bertugas untuk membackup Pelni mengantisipasi kebocoran penumpang maupun barang di pelabuhan.

“Keberadaan TNI Angkatan Laut tidak hanya di Pelabuhan Ambon saja melainkan  juga di beberapa pelabuhan lain," tutupnya. (aldi)

Share:
Komentar

Berita Terkini