Mahasiswa dan Komunitas Pecinta Alam di Ambon Galang Donasi untuk Warga Terdampak Gempa Seram

Share:

satumalukuID – Puluhan mahasiswa dan komunitas pecinta alam yang menamakan diri sebagai Tim Relawan Ambon, menggalang donasi untuk 7.227 warga terdampak gempa magnitudo 6,1 di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku pada Rabu (16/6).

Penggalangan dana dipusatkan di beberapa lokasi keramaian di Kota Ambon selama dua hari pascagempa Kamis dan Jumat dan berhasil memperoleh dana Rp16.4 juta.

“Kami mulai koordinasi dan menggalang donasi dua jam pascagempa magnitudo 6,1 dan sampai kemarin (Kamis, 17/6), yang terkumpul Rp16.41.500,” kata Koordinator Relawan Ambon Amin Silawane.

Ia mengatakan penggalangan dana dipusatkan di beberapa lokasi yang ramai dilalui warga dan kendaraan di pusat Kota Ambon, di antaranya Jalan Sultan Babullah, AY Patti, Jenderal Sudirman dan seputaran tugu Johannes Leimena, Poka.

Hari pertama penggalangan yang dilaksanakan dua jam pasca-gempa hingga pukul 19.00 WIT di sepanjang jalan AY Patty dan Sultan Babullah, berhasil mengumpulkan dana Rp3.333.500.

Sedangkan donasi yang terkumpul pada hari kedua, Kamis (17/6), yang dilaksanakan mulai pukul 10.00-19.00 WIT di kawasan Ongko Liong, Mardika, Pantai Losari, Lorong Arab, Jalan AY Patty dan Sultan Babullah, mencapai Rp12.708.000.

Penggalangan donasi masih akan dilaksanakan hingga situasi stabil dan warga yang mengungsi kembali ke rumah masing-masing. “Untuk hari ketiga kami pusatkan hanya di Jalan Johannes Leimena, jumlah donasi keseluruhan belum dihitung,” ucapnya.

Menurut Amin, hasil penggalangan donasi akan digunakan untuk pengadaan beberapa barang kebutuhan darurat warga Kecamatan Tehoru dan Telutih yang masih mengungsi di area perbukitan, seperti terpal dan tenda.

“Uang yang sudah terkumpul akan dipakai untuk beli terpal atau tenda, karena di sana musim hujan, kebanyakan warga mengungsi di sekolah-sekolah dan pesantren,” kata Amin.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah hingga saat ini warga yang mengungsi di perbukitan di empat desa di Kecamatan Tehoru dan Telutih mencapai 7.227 orang.

Belum ada laporan korban jiwa akibat gempa magnitudo 6,1 di 40 km timur Kota Masohi, kedalaman 10 kilometer, namun sedikitnya ada 225 unit rumah mengalami rusak ringan hingga berat dan talud penahan ombak juga rusak.​

Share:
Komentar

Berita Terkini