Kenakan Baju Cele, ASN Pemkot Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-94

Share:


satumalukuID РAda yang menarik dari peringatan Hari Sumpah Pemuda yang Ke-94 Tahun 2022. Di liingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon hari bersejöarah itu diperingati para aparat sipil negara (ASN) dengan mengenakan busana khan Ambon yakni Baju Cele.

Tampak, mulai dari Pj Walikota, Sekretaris Kota, hingga seluruh ASN mengenakan corak Baju Cele yang beragam

Seperti diketahui, Baju Cele adalah bujana tradisional di wilayah Pulau Ambon, Maluku. Pakaian ini memiliki motif garis-garis geometris atau berkotak-kotak kecil. 

Pakaian ini biasa dipadupadankan dengan kain salele yang diletakkan pada bahu dan biasa dikenakan pada upacara adat. 

Warna baju ini adalah warna-warna cerah, tetapi lebih sering didominasi dengan warna merah. Jika ada seorang gadis yang mengenakan pakaian ini maka ia akan disebut sebagai nona baju cele kaeng atau nona kain salele. 

Adapun jika seorang wanita yang mengenakannya maka ia akan dipanggil dengan sebutan nyonya kain salele.

Pada tahun ajaran 2014/2015, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menerapkan kebijakan berupa pergantian seragam batik dengan Baju Cele untuk para pelajar di tingkat SMP dan SMA di Kota Ambon. Kebijakan itu berlaku setiap hari Jumat dan Sabtu. 

Sementara itu, Pj Walikota Ambon Bodewin Wattimena selaku Inspektur Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda mengatakan pesan mendalam dari haji bersejarah ini yakni; bersatu-padu merupakan harga mati yang harus dikuatkan untuk membangun ketangguhan dan persatuan guna membangun peradaban yang unggul sebagai eksistensi bangsa.

“Kami mengajak seluruh elemen bangsa menghimpun kekuaan dan semangat untuk bergerak, mendorong pemuda Indonesia untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada demi membangun kejawaan sepanjang masa,” ungkap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, dalam sambutan yang dibacakan oleh Pj. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena selaku inspektur upacara.

Oleh sebab itu, guna mewujudkan eksistensi bangsa melalui upaya pembangunan pemuda tidak dapat dikerjakan secara individualis, perlu ada kerja kolaboratif dalam pembangunan kepemudaan yang sinkron dan harmoni.

“Kita berharap dengan berbagai permasalahan yang dihadapi Kota Ambon hari ini, para pemuda dengan kekuatan-kekuatannya untuk Kasi Voor Ambon, lewat peran aktif mengisi pembangunan, melakukan tugas dan tanggung jawab dengan cara mengindari penyampaian aspirasi dengan kekerasan, dukung pemeritah dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat,” tandas Wattimena. (romer)

Share:
Komentar

Berita Terkini