Perum Bulog Tetap Siap Dukung Operasi Pasar di Maluku dan Maluku Utara

Share:

Tumpukan beras Bulog pada salah satu gudang di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Minggu (25/9/2022).
Photo: HO-Bulog Maluku-Malut/ant

satumalukuID - Perum Bulog Maluku menyatakan kesiapan untuk membantu pemerintah melakukan operasi pasar di Provinsi Maluku dan Maluku Utara (Malut), guna menjalankan fungsinya menjaga kestabilan harga di pasar tradisional.


"Kegiatan operasi pasar merupakan bentuk tanggung jawab Bulog dalam menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH). Operasi Pasar tujuannya untuk menjaga harga beras agar tidak terjadi lonjakan di pasar," kata Kepala Perum Bulog Maluku, Muhammad Taufiq dalam keterangan di Ambon, Minggu.

Pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk memastikan program Operasi Pasar yang sudah berjalan lancar sepanjang tahun ini makin diperkuat dan masif agar tidak ada gejolak harga di tingkat konsumen.

Menurut dia, sejak awal tahun 2022 hingga memasuki pekan terakhir bulan September 2022 Perum Bulog Maluku sudah menggelontorkan 8.500 ton beras dalam operasi pasar di Provinsi Maluku dan Malut.

Bulog juga mendukung operasi pasar yang dilakukan Pemprov Maluku melalui Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGPP) bekerja sama TPID, OPD terkait, dan distributor menggelar operasi pasar sejumlah komoditas di lima pasar di Kota Ambon pada awal September 2022.

Saat ini juga Bulog tengah mendukung Pemerintah Kota Ambon melakukan operasi pasar murah di enam lokasi di Kota Ambon untuk menekan laju inflasi sebagai bagian rangkaian Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang digelar sejak tanggal 22-29 September mulai dari Pasar Mardika, Batu Merah, dan ke pasar-pasar lainnya yang ada di Kota Ambon.

Kehadiran dan dukungan Bulog Maluku pada operasi pasar digelar Pemprov Maluku maupun Kota Ambon dengan menjual beras premium Rp55.000/sak (5 kg), atau lebih murah Rp5.000 dibandingkan harga di pasar tradisional yakni Rp60.000/sak, sedangkan gula pasir Rp13.500/kg, lebih murah Rp1000 dari yang dijual di pasar yakni Rp14.500/kg.

Karena itu operasi pasar merupakan bentuk tanggungjawab Bulog dalam menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras, melalui program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yang dilakukan sepanjang tahun oleh Bulog, terbukti efektif menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari Tiga Pilar Ketahanan Pangan yang ditugaskan kepada Bulog yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas.

"Yang menjadi fokus kami saat ini adalah stabilitas harga beras di masyarakat, untuk itu kami akan upayakan semaksimal mungkin pelaksanaan program stabilisasi tersebut tanpa ada unsur kepentingan apapun kecuali kepentingan rakyat, terlebih di tengah situasi seperti sekarang", katanya.

Ia  menjelaskan, Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersediaan pangan ini. Selain memiliki jaringan infrastruktur kantor dan gudang yang tersebar hingga pelosok tanah air, Bulog sendiri juga sudah memiliki gudang ritel modern sebagai pusat distribusi serta penjualan secara ritel.

"Kami pastikan juga bahwa seluruh jaringan yang bekerjasama dengan Perum Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara offline maupun online, juga outlet binaan Perum Bulog seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk Maluku dan Maluku Utara," demikian Muhammad Taufiq.

​​​​​​​


Penulis : Jimmy Ayal/ant
Penerbit : Redaksi
Share:
Komentar

Berita Terkini