FPIK Unpatti Gelar Peningkatan Kapasitas Perempuan Penjual Ikan di Hative Besar, Tawiri dan Laha

Share:

satumalukuID – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Pattimura Ambon melalui Program Studi Agrobisnis melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Peningkatan Kapasitas Perempuan Penjual Ikan bertempat di Desa Tawiri, kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (28/11).

Kegiatan tersebut melibatkan perempuan penjual ikan dari desa Hative Besar, Tawiri dan Laha. Juga para dosen muda dan mahasiswa yang bertujuan untuk menambah pengalaman pengabdian dan memberikan pembelajaran lapangan yang berarti untuk menambah wawasan pengetahuan.

Materi pembinaan pada kegiatan itu disampaikan oleh dua dosen yaitu untuk tema “Membangun Mental Bisnis dalam Rumah Tangga Perikanan” oleh Dr Ir Venda J. Pical MSi serta materi “Produktivitas Ibu-Ibu Penjual Ikan Pada Masa Pandemi Covid 19” oleh Saiful SPi MSi.

Turut hadir dalam kegiatan PKM itu yakni Ketua Program Studi Agrobisnis Perikanan, Dr. Hellen Nanlohy SPi MSi yang menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan tim dari PS Agrobisnis Perikanan FPIK Unpatti.

Menurut Dr Venda, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya dari Program Studi Agrobisnis Perikanan khususnya pada kelompok Minat 2 yang berorientasi pada pembangunan kelembagaan masyarakat perikanan. Sehingga dengan PKM terbangun kerjasama yang baik bersama masyarakat perikanan supaya terjadi transformasi pengetahuan dan ketrampilan dari para akademisi ke masyarakat perikanan.

Dijelaskan, peningkatan kapasitas perempuan penjual ikan terutama di masa pandemi Covid 19 ini, supaya mental usaha/bisnis perikanan tetap bertumbuh dan berkembang dengan baik yang berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi rumah tangga.

Selain itu, memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan bagi para perempuan penjual ikan karena mereka sangat membutuhkan informasi untuk meningkatkan usaha mereka di saat kondisi covid saat ini. Sebab, masyarakat membutuhkan perhatian, pembinaan dan pendampingan dari berbagai pihak yang terkait dengan usaha-usaha penjualan ikan yang mereka lakukan.

Dr Venda mengungkapkan, dalam dialog dengan masyarakat penjual ikan, mereka sampaikan produksi ikan dari hasil tangkapan nelayan tidak mengalami perubahan sebelum dan saat Covid.
Perubahan yang mereka alami adalah hasil penjualan yang mengalami penurunan.

“Hal ini disebabkan karena pasaran ikan terbatas hanya di lokasi tempat tinggal mereka saja dan di lokasi sekitarnya yang berdekatan. Selain itu juga terjadi penurunan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Alasan mereka, yang menjadi langganan pembelian ikan adalah rumah/warung makan yang ada di sekitar Airport Pattimura Laha, kampus dan perkantoran di sekitar wilayahnya. Juga saat pandemi Covid 19 tempat usaha rumah makan ditutup. Aktivitas kerja dan kuliah tidak aktif makanya terjadi penurunan pembelian ikan sehingga pendapatan mereka berkurang dibandingkan dengan sebelum Covid.

“Harapan kami. Semoga kegiatan pengabdian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, khususnya para penjual ikan di masa pandemi Covid 19 ini,” tambah Dr Venda.

Share:
Komentar

Berita Terkini