Sekilas Info

Melalui Verifikasi BPJS Kesehatan, Total Nilai Klaim RS COVID-19 Maluku Capai Rp117,3 Miliar

Photo: John Soplanit/ant Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon HS. Rumondang Pakpahan (kiri atas) saat memberikan penjelasan tentang program BPJS Kesehatan, di Kota Ambon.

satumalukuID - Total nilai klaim COVID-19 dari rumah sakit rujukan di Provinsi Maluku sejak 2020 hingga September 2021, yang sudah melalui lolos verifikasi dari BPJS Kesehatan, mencapai Rp117,3 miliar.

"Dari tahun lalu totalnya yang sudah diverifikasi ada 1.186 kasus, dengan biaya Rp117,33 miliar," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon HS. Rumondang Pakpahan di Kota Ambon, Selasa.

Ia menjelaskan, BPJS Kesehatan mendapat tugas dari pemerintah untuk memverifikasi klaim rumah sakit (RS) rujukan COVID-19 di Indonesia. Setelah verifikasi dari BPJS Kesehatan selesai, maka Kementerian Kesehatan yang akan melakukan pembayaran klaim tersebut ke RS.

Rumondang mengatakan, selama tahun 2020 ada 891 kasus atau klaim di Maluku yang lolos verifikasi BPJS Kesehatan. Nilai klaim dari jumlah kasus tersebut mencapai sekitar Rp97,32 miliar.

Sedangkan hingga September 2021, klaim yang sudah terverifikasi ada 295 dengan jumlah biaya sekitar Rp20 miliar.

Ia mengatakan sangat penting bagi pihak rumah sakit untuk mematuhi aturan yang berlaku dan lengkap dalam pengajuan klaim, agar bisa lolos verifikasi dari BPJS Kesehatan. Di Provinsi Maluku ada 19 RS rujukan COVID-19 yang bisa mengajukan klaim biaya perawatan ke pemerintah.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, menyatakan sepanjang hingga hingga awal triwulan IV-2021, BPJS Kesehatan telah menerima pengajuan klaim COVID-19 dari RS sebanyak 1.345.970 kasus. Dari jumlah tersebut, total biaya mencapai Rp72,3 triliun.

Setelah melewati verifikasi yang dilakukan BPJS Kesehatan, lanjutnya, hasilnya terdapat 1.180.858 kasus COVID-19 dengan total biaya Rp64,1 triliun yang lolos verifikasi.

Untuk klaim COVID-19 tahun 2020 BPJS Kesehatan telah menerima pengajuan klaim sebanyak 686.129 kasus dengan biaya sebesar Rp40,7 triliun. Hampir seluruhnya telah selesai diverifikasi. "Sementara sampai 11 Oktober 2021, kami sudah memverifikasi sekitar 87,7 persen klaim COVID-19," kata Ghufron.

Dari hasil verifikasi klaim COVID-19 tahun 2021, terdapat 79.07 persen klaim yang sesuai sebanyak 933.708 kasus dengan biaya Rp50,5 triliun, 14,42 persen klaim "dispute" sebanyak 170.335 kasus dengan biaya Rp9,9 triliun, 6,12 persen klaim "pending" sebanyak 72.248 kasus dengan biaya Rp3,4 triliun, dan 0,39 persen adalah klaim-klaim yang telah kedaluarsa atau yang tidak sesuai ketentuan sebanyak 4.567 kasus dengan biaya Rp193 miliar.

Baca Juga

error: Content is protected !!