Sekilas Info

IKEMAL PAPUA

HUT Ke-37 Pelika Negeri Ouw Saparua di Jayapura, Sohilait: Harus Berbaur dengan Orang Papua

Foto/FB Stanley Sumeisey-Kaseger Tangkapan layar warga Negeri Ouw Saparua yang tergabung dalam Persekutuan Lisaboli Kakelisa (Pelika) di Jayapura memperingati 37 tahun Pelika di Pantai Hamadi, Minggu (26/9/2021).

satumalukuID - Warga Negeri Ouw Saparua yang tergabung dalam Persekutuan Lisaboli Kakelisa (Pelika) Ouw Saparua di Jayapura, memperingati 37 tahun Persekutuan mereka di Pantai Hamadi, Minggu (26/9/2021).

Acara dihadiri ratusan warga Ouw dan warga Maluku lain yang saat ini menjadi orang perantauan di Jayapura, Papua.

Ketua Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) di Papua Christian Sohilait ikut hadir dan memberikan sambutan.

“Yang paling utama, kita harus tahu bahwa kita ini ditanah rantau. Karena itu, selain menjalin hubungan dengan sesama orang Maluku, Kita harus berbaur dengan warga Orang Papau,” kata Sohilait.

Dia kemudian mengungkapkan sejarah itu tidak akan pernah berubah. Saat penyambutan kontingen PON Maluku di Bandara Sentani, Jayapura, salah satu Pendeta yang menyampaikan sambutan yang luar biasa. 

Baca Juga: Ketua Ikemal Papua Christian Sohilait Kunjungi Atlit Layar, Dayung dan Selam Maluku di Jayapura

“Dari 10 atau 11 pesan yang beliau sampaikan, ada enam pesan yang menggambarkan bagaimana peran Orang Maluku pada tahun 1950-an hingga 1970-an di Tanah Papua,” ungkapnya.

Pada tahun-tahun tersebut, banyak orang Maluku yang beragama Kristen menjalankan tugas pekabaran Injil, terlibat juga dalam pembukaan pemerintahan. 

“Orang-orang Tatua Maluku itu meninggal, kuburan mereka ada di mana-mana di Tanah Papua ini.  Karena itu, kita harus membanggakan orang-orang tua kita lewat perilaku kita selama menjadi perantau di Tanah Papua,” jelas tokoh  yang banyak terlibat dengan penyambutan Kontingen Maluku pada PON Papua ini.

Sohilait juga mengaku dia men-support pembuatan buku tentang kehadiran orang-orang Maluku di Tanah Papua.

“Lewat buku ini akan terungkap banyak nama-nama Orang Maluku yang hadir pada masa-masa lalu di Papua,” timpalnya. (m-15)

Penulis: m-15
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!