Sekilas Info

PEMKOT AMBON

Dikontrol dari Command Center, 32 CCTV Pantau Warga Ambon Terkait Sampah, Parkir dan Keamanan

Command center atau pusat komando yakni ruangan pusat visualisasi dan integrasi data dan kontrol CCTV di balai kota Ambon memantau aktifitas masyarakat.

satumalukuID - Pusat komando atau "Command center" yakni ruangan pusat visualisasi dan integrasi data dan kontrol CCTV di balai kota Ambon memantau aktifitas warga masyarakat.

"Pusat komando Pemkot  Ambon memantau aktifitas terkait layanan kepada masyarakat, seperti masalah sampah, parkir, keamanan dan ketertiban serta berbagi pelayanan yang terintegrasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Joy Reiner Adriaansz, di Ambon, Rabu (15/9/2021).

Sampai saat ini sebanyak 32 unit kamera pengawas telah terpasang di tiga area yang menjadi fokus pengawasan Pemkot Ambon.

TIga area pemasangan CCTV yakni sejumlah ruas jalan protokol yang umumnya terjadi kemacetan.

Selanjutnya fasilitas umum dan pemerintah seperti kawasan perkantoran dan lokasi aktifitas warga kota.

"Saat ini 32 kamera CCTV telah terpasang di sejumlah titik, selanjutnya akan ada penambahan 23 titik yang merupakan kerja sama Pemkot dan Polda Maluku, sehingga nantinya total 55 CCTV di Ambon," ujar Joy.

Setiap hari,  petugas di ruang pusat komando memantau aktifitas warga kota. Jika dalam pemantauan ada temuan,  maka akan ditindaklanjuti ke OPD terkait.

Dicontohkannya, masalah sampah menjadi perhatian Pemkot Ambon yakni Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sulit diatur yakni masyarakat membuang sampah pada lokasi TPS tidak sesuai tempat dan waktu.

Sejak operasional pusat komando, tidak lagi ditemukan masalah sampah pada TPS di lokasi tertentu, karena ada pemantauan dan ditindaklanjuti.

"Respon penanganan laporan dari pusat komando OPD terkait hingga aksi di lapangan kurang lebih 30 menit. Kami berharap kedepan layanan kepada masyarakat semakin lebih baik," kata Joy.

Dia mengemukakan, pusat komando dioperasionalkan 20 orang tenaga IT yang bertugas pada jam kerja.

Sedangkan perekaman data CCTV 1x24 jam dengan durasi waktu penyimpanan selama dua pekan.

"Rencana kedepan pada 2022 petugas akan bekerja 1x24 jam dengan sistem shift, untuk memantau aktifitas masyarakat," tandas Joy.

Baca Juga

error: Content is protected !!