Sekilas Info

Pemerintah Kota Ternate Tahan TPP ASN Tidak Ikut Vaksin COVID-19

Photo: Abdul Fatah/ant Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dan Pemprov Maluku Utara (Malut) mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melaksanakan vaksin COVID-19 dan jika tidak sanksinya akan dilakukan penahanan pembayaran Tunjangan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP).

satumalukuID - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate Maluku Utara mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk melaksanakan vaksinasi dan jika tidak sanksinya akan dilakukan penahanan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Sekkot Ternate Jusuf Sunya di Ternate, Jumat, membenarkan Pemkot Ternate telah memberlakukan penahanan TPP bagi seluruh ASN yang belum mengikuti vaksin COVID-19.

"Kami telah sampaikan ke seluruh asisten, staf  ahli, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah di lingkup Pemkot Ternate untuk menyampaikan ke ASN jajarannya untuk ikut vaksin dan jika tidak mematuhinya, tentu sanksi penahanan TPP," ujarnya.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka percepatan vaksinasi COVID-19, sehingga diwajibkan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Ternate untuk melaksanakan vaksin COVID-19 dan bagi yang belum dan atau tidak melaksanakan vaksin tanpa disertai surat keterangan dokter karena pertimbangan kesehatan, maka pembayaran TPP untuk yang bersangkutan akan dipending/ditangguhkan.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Malut, Samsuddin A Kadir menyatakan, Pemprov Malut telah mengeluarkan kebijakan melalui edaran penerapan tahan TPP bagi ASN yang belum melakukan vaksinasi COVID-19.

Menurut dia, kewajiban untuk melaksanakan vaksin COVID-19 tidak hanya kepada seluruh ASN di lingkup Pemprov Malut, tetapi seluruh UPTD yang tersebar di kabupaten/kota juga diterapkan kebijakan yang sama, sehingga untuk mendapatkan TPP harus dilampirkan kartu vaksin COVID-19.

Karena itu, pimpinan OPD diminta untuk mengajak seluruh bawahannya untuk melaksanakan vaksin COVID-19 dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 di wilayah Malut.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah bersama TNI/Polri di Malut, menargetkan untuk capaian pelaksanaan vaksin merdeka secara serentak dipusatkan di Dhuafa Center Ternate mencapai di atas 2.000 dosis per hari.

Kapolda Malut, Irjen Pol Risyapudin Nursin sebelumnya, menyatakan, untuk kegiatan vaksin ini serentak seluruh Indonesia dan untuk Malut target setiap harinya khusus di tanggal 7 itu 2.000 dosis dan sementara ini kita gelar di kawasan Al-Munawwar/Duafa Center," kata di Ternate.

Menurut dia, kegiatan sebelumnya juga telah mencapai di angka 2.400, jadi mudah-mudahan hari ini bisa lebih meningkat lagi, kurang lebih yang kita inginkan mencapai 2.600 sampai dengan 3.000.

Kapolda Malut dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dan untuk wilayah Malut target khusus sebanyak 2.000 dosis.

Penulis: Abdul Fatah/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!