Sekilas Info

Dinkes Petakan Penanganan DBD di Maluku Utara

Photo: Abdul Fatah/ant Dinas Kesehatan petakan penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk 10 kabupaten/kota di Malut dan delapan kabupaten/kota dalam tiga tahun terakhir masuk daerah kategori endemis terutama di masa pandemic COVID-19.

satumalukuID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku Utara (Malut) memetakan penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) untuk 10 kabupaten/kota di daerah ini , di mana  delapan kabupaten/kota dalam tiga tahun terakhir masuk daerah kategori endemis terutama di masa pandemi COVID-19.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Malut, dr Rosita Alkatiri, Selasa, mengatakan, delapan kabupaten/kota masuk kategori endemis karena selama tiga tahun ini ditemukan penderita DBD.

Delapan kabupaten/kota masuk kategori endemis yakni Kota Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Halmahera Timur dan Pulau Morotai, sedangkan untuk Kabupaten Pulau Taliabu masuk kategori sporadic karena selama tiga tahun ini ditemukan kasus DBD, akan tetapi tidak berturut-turut.

Menurut Rosita, selama pandemi COVID-19 ini, untuk Kepulauan Sula masuk kategori potensial, karena daerah itu merupakan satu-satunya kabupaten yang selama tiga tahun ini tidak ditemukan kasus DBD.

"Selain itu, untuk DBD di Malut hingga saat ini tercatat sebanyak 158 kasus dengan persentase laki-laki 57,23 persen dan perempuan 42,77 persen," kata Rosita.

Dia menyatakan, untuk persentase kasus DBD berdasarkan kategori golongan umur di bawah 1 tahun 3,14 persen, 1-4 tahun 13,21 persen, 5-9 tahun 36,48 persen, 10-14 tahun 23,37 persen dan di atas usia 15 tahun 23,90 persen.

Olehnya itu, Rosita menyatakan, pihaknya komitmen dan mendukung upayaPpemkab/ Pemkot dalam pemberantasan DBD saat ini belum maksimal, sebab, SDM di tingkat PKM belum terlatih dalam pemeriksaan DBD

Sebelumnya, pihaknya mencatat, sepanjang 3 Januari hingga 3 Maret 2021 tercatat enam orang meninggal diakibatkan menderita DBD tersebar di tiga daerah.

Sedangkan,  enam penderita meninggal akibat DBD berasal dari Kabupaten Pulau Morotai tiga orang, Kabupaten Halmahera Utara satu orang dan Halmahera Barat dua orang..

Rosita berharap agar masyarakat intensif mewaspadai penyakit DBD selain mewabahnya COVID-19 di wilayah Malut.

"Kami tentunya terus mengimbau kepada seluruh masyarakat di Malut untuk  tetap menjaga kebersihan dan bersama-sama memberantas sarang nyamuk untuk mencegah terjadinya DBD, sehingga menekan tingginya angka penderita" ujarnya.

Dia mengingatkan kepada masyarakat Malut agar tetap di rumah dan membersihkan sarang nyamuk, agar terhindar dari DBD, dari pada harus keluar rumah di tengah wabah COVID-19 .

Sebab, penampungan air yang berada di sejumlah titik kalau tidak ada aktivitasnya seperti sekolah, rumah ibadah, dan kantor agar dikuras, jika tidak maka nyamuk cepat bersarang di tempat itu.

Penulis: Abdul Fatah/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!