Sekilas Info

ANAK MALUKU DI TNI AU (7 – selesai)

Ada Tiga Jenderal Satu Marga dan Penerbang Turunan Tionghoa Pertama di Indonesia

Sambungan dari Tulisan Keenam

WATTIMENA GANTI SILOOY

Jenderal bintang dua ini juga menjadi penerbang senior TNI AU, yakni Marsda TNI Purn Pieter Wattimena. Ia adalah alumni AAU 1972.

Jenderal keturunan Ambon kelahiran Sumut itu, punya jabatan terakhir adalah Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan (Dirjen Kuathan) Departemen Pertahanan tahun 2004.

Menariknya. Saat diangkat menjadi Dirjen tersebut, Pieter Wattimena menggantikan seniornya yang juga anak Ambon sesama mantan penerbang tim aerobik legendaris TNI AU, Spirit 78 yaitu Marsda TNI (Purn) Lambert F Silooy.

Selama karier militernya, Pieter Wattimena telah menduduki berbagai jabatan, antara lain Perwira Penerbang T-33 Kohanudnas (1974), Kadis Ops Skadik 102 Lanud Adi Sutjipto (1987), Kadis Ops Lanud Iswahyudi (1993), Komandan Lanud Hasanudin (1996), Kas Koopsau II (1998), Kadislambangjaau (2000), Anggota DPR RI (2002), dan Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Dephan.

Saat ini ia menjabat Ketua HDCI Jakarta (club Harley Davidson) hingga tiga kali periode. Pada tahun ketiganya ia diangkat sebagai Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Pusat.

Kesuksesan anak-anak Maluku (termasuk Maluku Utara) mencapai pangkat perwira tinggi di militer, tentunya merupakan garis tangan, ketekunan, dedikasi dan totalitas pengabdian mereka untuk bangsa dan negara tercinta.

Tentunya tidak mengabaikan mereka yang akhiri tugasnya tidak capai perwira tinggi. Pasalnya, banyak putra putri Maluku yang berjasa dalam pengabdiannya. Tak bisa sebutkan satu per satu. Kita patut apresiasi dan angkat topi untuk kiprah mereka. Semoga jejaknya diikuti generasi selanjutnya. Salut ! (novi pinontoan)

Baca Juga

error: Content is protected !!