Sekilas Info

ANAK MALUKU DI TNI AU (6)

Ada Tiga Jenderal Satu Marga dan Penerbang Turunan Tionghoa Pertama di Indonesia

Sambungan dari Tulisan Kelima...

Ketika itu, TNI-AU membeli 16 unit Tiger untuk Skadron 14 Wing Udara 300, melanjutkan tradisi supersonik yang sebelumnya pada era Orde Lama mengoperasikan Mikoyan Gurevich MiG-21 “Fishbed” buatan Uni Soviet, sekaligus siap memensiunkan Avro Sabre hibah dari Australia.

Sayangnya, saat ikut pendidikan di Amerika Serikat, Silooy yang merupakan pilot senior berpangkat Kapten Pnb jatuh sakit dan agar program terus berjalan, TNI-AU lantas menggantikannya dengan Kapten Pnb Zeky Ambadar. Ketiga rekannya itu kemudian diberi kode Eagle 01, Eagle 02, Eagle 03 dan Silooy disebut Eagle 04.

Beberapa jabatan penting di kariernya sampai pensiun yaitu Komandan Skadron Udara 14 (1986-1988), Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Iswahjudi, Wakil Komandan Pangkalan Udara Iswahjudi, Komandan Pangkalan Udara Adisucipto 1995-1997), Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AU (1997-1998), Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AU (1998-1999), Asisten Perencanaan KASAU, Asisten Personil KASAU dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kekuatan Pertahanan Dephankam.

KOMANDAN PASUKAN ELIT TNI AU

Bila senior-senior sesama anak Maluku kebanyakan di satuan penerbang, maka Marsda TNI Purn Adrian Wattimena punya karier di satuan pasukan elit TNI AU, Korps Pasukan Khas (Paskhas) alias baret oranye.

Alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) 1983 ini berasal dari Negeri Kariuw Pulau Haruku, Maluku Tengah. Sejak lulus AAU, ia sudah langsung bertugas di satuan pasukan Kopasgat dan Paskhas TNI AU.

Kariernya sejak berpangkat Letnan Dua hingga purnawirawan jenderal bintang dua banyak dihabiskan di komando pasukan elit tersebut. Namun pada tahun 1995, Adrian Wattimena sempat bertugas di New York AS sebagai Wakil Penasihat Militer di Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di PBB New York.

Saat berpangkat Kolonel, ia menduduki beberapa jabatan penting yaitu Kadispenpas Puspen Mabes TNI (2003), Kadisproddok Puspen Mabes TNI (2004), Komandan Wing (Danwing) I Paskhas (2006) dan Asren Korpaskhas (2008).

Tiga tahun kemudian, pangkat Marsekal Pertama (Marsma) diperoleh Adrian Wattimena saat menjabat Direktur Asia Deputi Kepala BIN Bidang Luar Negeri (2011), Direktur Kerja sama Internasional Deputi-I BIN (2012), dan Direktur Rendalgiat Ops Deputi-V BIN (2013).

Puncak karier militernya di TNI AU, digapai saat memperoleh pangkat bintang dua atau Marsekal Muda (Marsda) tahun 2015 dan menjadi Komandan Korps Pasukan Khas (Dankorpaskhas). Ia menjabat sejak 30 Maret 2015 sampai 15 November 2016, setelah itu ia pensiun dari militer.

Bersambung ke Tulisan Ketujuh...

Baca Juga

error: Content is protected !!