Sekilas Info

ANAK MALUKU DI TNI AU (3)

Ada Tiga Jenderal Satu Marga dan Penerbang Turunan Tionghoa Pertama di Indonesia

Sambungan dari Tulisan Kedua...

Ia merupakan salah satu kadet penerbang yang dikirim pada awal Indonesia merdeka untuk ikut pendidikan Sekolah Penerbang selama satu tahun di California, Amerika Serikat pada 1950. Sekitar 60 kadet yang dikirim pemerintah Indonesia untuk mengikuti pendidikan penerbang "Trans Ocean Airlines Oakland Airport" (TALOA).

Selama mengikuti pendidikan di Taloa, Leo Wattimena menjadi lulusan terbaik dari 45 kadet yang menjadi penerbang, dan selebihnya menjadi navigator. Dari hasil yang sangat membanggakan itu membuat dirinya dapat kesempatan bersama 18 rekannya untuk melanjutkan pendidikan instruktur selama tujuh bulan di TOLOA.

Pada 1955, Leo dikirim ke Inggris untuk mengikuti pendidikan instruktur di Royal Air Force (RAF). Lagi-lagi, Leo menjadi lulusan terbaik. Oleh beberapa teman penerbang dari India, Leo dijuluki G-maniac karena kegemarannya melakukan berbagai manuver di udara. G-maniac diambil dari kata G-lock, yaitu kondisi kehilangan kesadaran ketika sedang melakukan akrobatik di udara.

Leo juga dijuluki "Si Gila" ketika bermanuver dan beraksi dengan jet tempur Mustang nya. Ia pernah menerbangkan jet tempurnya di bawah kolong jembatan Ampera Palembang serta merupakan penerbang AURI pertama yang mendarat di wilayah Irian Barat (Papua).

Tetapi perjalanan karier hebat Leo Wattimena di TNI AU kandas oleh persoalan politik. Yakni tensi politik yang terjadi tahun 1965-1966 ketika peralihan kepemimpinan orde lama ke penguasa orde baru. Waktu itu, dalam berbagai referensi disebut Soeharto yang saat itu jadi Pangkostrad merasa "diancam" oleh Leo Wattimena via pesan telegram.

Akhirnya saat Soeharto naik menjadi Presiden gantikan Soekarno. Maka reputasi cemerlang Leo Wattimena sebagai penerbang jet tempur dan perwira TNI AU pun "terkunci". Bahkan di usia karier yang masih lama karena baru berumur 42 tahun, Soeharto putuskan untuk "karyakan" Leo Wattimena sebagai Duta Besar RI di Italia. Itu membuatnya frustasi dan bersikap undur diri dari dinas aktif.

Padahal seabrek prestasi dan jabatan srategis dijabat Leo Wattimena. Bahkan sempat menjadi wakil komandan nya Soeharto dalam Operasi Komando Mandala untuk Irian Barat.

Bersambung ke Tulisan Keempat...

Baca Juga

error: Content is protected !!