Sekilas Info

Moluccas Coastal Care Kembangkan Rumah Bibit Sayur di Banda

Photo: Moluccas Coastal Care/ant

satumalukuID - Moluccas Coastal Care, organisasi lingkungan hidup di Kota Ambon mengembangkan rumah bibit sayur di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, guna mendorong peningkatan kemandirian pangan masyarakat pesisir di pulau-pulau kecil.

"Ada tiga lokasi yang kami kembangkan untuk proyek rumah bibit sayur bagi masyarakat sejak April 2021, yakni Kampung Laga, Pulau Run dan Pulau Lonthoir," kata Direktur Moluccas Coastal Care, Teria Salhuteru di Ambon, Kamis.

Ia mengatakan berbahan bambu dan menggunakan paranet, rumah bibit sayur yang dikembangkan oleh Moluccas Coastal Care di Kampung Laga di bawah kaki Gunung Api Banda dan Pulau Lonthoir berukuran 4x4 meter, sedangkan yang dibangun di SMP Negeri 5 Banda Satu Atap (Pulau Run) berukuran 4x3 meter.

Rumah bibit tersebut memproduksi beragam jenis sayuran dan bumbu masak organik yang sering dikonsumsi masyarakat untuk pemenuhan gizi, seperti sawi, kangkung, brokoli, kacang panjang, buncis, tomat, cabai, bawang merah, seledri dan lainnya.

Bekerja sama dengan pemerintah desa setempat, konsep pengelolaan rumah bibit, kata Teria, melibatkan masyarakat setempat, guna mendorong peningkatan kemandirian pangan warga pesisir.

"Rumah bibit sayur di Kampung Laga lebih banyak melibatkan anak-anak kecil, di Pulau Lonthoir melibatkan pemuda dan ibu rumah tangga, sedangkan di Pulau Run lebih ke pelajar dan guru," katanya.

Selain pengembangan bibit sayuran, rumah bibit Moluccas Coastal Care juga mengembangkan program edukasi pembuatan pupuk organik dan metode pertanian ramah lingkungan kepada masyarakat.

Teria berharap, pengembangan rumah bibit di Kampung Laga, Pulau Run dan Lonthoir bisa memotivasi masyarakat di kawasan lainnya di Banda untuk mengembangkan metode pertanian yang sama.

"Rumah bibit di Kampung Laga sudah satu kali produksi, saat ini mereka sementara melakukan masa tanam kedua, sedangkan di Run dan Lonthoir sementara dalam proses menunggu hasil produksi," tandas Teria Salhuteru.

Baca Juga

error: Content is protected !!