Sekilas Info

Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon Yudisium 40 Mahasiswa Strata Satu

Proses Yudisium 40 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Pattimura Ambon di aula fakultas setempat (26/8/2021)

satumalukuID - Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, menggelar yudisium 40 mahasiswa strata satu (S1) dari enam program studi berbeda, dalam rapat terbuka luar biasa di aula fakultas setempat, Kamis.

Dibuka oleh Ketua Senat Fakultas Pertanian Prof AE Pattiselano, 40 orang mahasiswa yang mengikuti yudisium berasal dari Program Studi Agroteknologi, Kehutanan, Peternakan, Agrobisnis, Teknologi Hasil Pertanian, Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Kabupaten Maluku Barat Daya dan reguler II.

Lulusan terbanyak berasal Program Studi Kehutanan, yakni 22 orang lulusan, disusul Program Studi Agrobisnis sebanyak lima orang, sementara program studinya lainnya hanya berjumlah tiga, dua dan satu orang.

Dari 40 orang mahasiswa yang diluluskan, Jojor Desi Sitorus dari Program Studi Peternakan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94 dan lama studi 4 tahun, dan Petrischa Eoh dari Program Studi Kehutanan dengan IPK 3,75 dan lama studi 4 tahun 8 bulan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude.

Dekan Fakultas Pertanian Prof JM Matinahoru mengatakan kendati masih dalam situasi pandemi COVID-19, jika dibandingkan tahun sebelumnya, yudisium pada periode Agustus 2021 telah mengalami peningkatan capaian hasil belajar mahasiswa, di mana rata-rata IPK mahasiswa di atas 3,23.

Selama empat tahun terakhir beberapa kebijakan terkait peningkatan kualitas pelayanan terhadap proses penyelesaian studi, mendorong mahasiswa untuk lebih cepat menyelesaikan mata kuliah yang belum lulus sesuai dengan standar nilai.

Banyak mahasiswa yang mengambil program semeseter pendek, melakukan evaluasi terhadap pelayanan penasehat akademik melalui kontrol "Buku Mentor", bahkan memonitoring dosen pembimbing skripsi melalui Buku Konsultasi Skripsi.

Sedangkan mahasiswa dengan IPK rendah menempuh jalur nonskripsi, mengintegrasikan kuliah kerja nyata (KKN) dan praktik kerja lapangan (PKL) menjadi KKN Profesi, sehingga bisa memperpendek waktu studi dan mengevaluasi pembelajaran tiap semester dengan upaya perbaikan nilai.

"Kita berada dalam situasi pandemi, tapi hasil pembelajaran tidak terlalu mengecewakan, ini dibuktikan dengan rata-rata IPK lulusan kita di atas 3,23," kata Prof JM Matinahoru.

Baca Juga

error: Content is protected !!