Sekilas Info

Moluccas Coastal Care Bangun Rumah Pengeringan Rempah di Banda

Photo: Moluccas Coastal Care/ant Rumah pengeringan rempah di Pulau Run, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku yang sedang dibangun oleh Moluccas Coastal Care untuk mendukung masyarakat di sana meningkatkan produksi rempah.

satumalukuID - Moluccas Coastal Care, organisasi lingkungan hidup di Kota Ambon membangun rumah pengeringan rempah untuk masyarakat di Pulau Run dan Lonthoir, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, guna mendukung peningkatan kualitas komoditi tersebut.

"Rumah pengeringan rempah sementara dalam proses pembangunan. Karena ini proyek percontohan masih di dua pulau dulu, Run dan Lonthoir, " kata Direktur Moluccas Coastal Care Teria Salhuteru di Ambon, Senin.

Ia mengatakan rumah pengeringan rempah dibangun di Pulau Lonthoir dan Run merupakan upaya inovasi untuk membantu masyarakat setempat meningkatkan kualitas produksi komoditi pala, cengkih dan kenari.

Berukuran 5x6 meter dan berbentuk kubah, rumah pengeringan rempah yang dibangun di Lonthoir dan Run menggunakan plastik ultraviolet (UV) sebagai atap penutup untuk penyerapan sinar matahari, dan dilengkapi exhaust fan (kipas angin) hemat energi untuk menjaga suhu panas di dalam ruangan tetap stabil.

Untuk sekali penggunaan, rumah pengeringan rempah mampu mampu menampung sebanyak 240 kilogram pala, cengkih dan kenari.

"Kami tidak bekerja sendiri tapi bersama-sama dengan masyarakat dan pemerintah desa di sana, mereka yang menyediakan lahan dan mengerjakan sendiri rumah pengeringan, kami mendukung untuk penyediaan bahan bangunan dan teknologi pendukung," katanya.

Dikatakannya lagi, Banda sejak era penjajahan dikenal sebagai penghasil rempah cengkih dan pala. Saat ini masyarakat di Pulau Run dan Lonthoir sedang gencar-gencarnya meningkatkan jumlah produksi rempah, khususnya pala.

Survei yang dilakukan oleh Moluccas Coastal Care pada Desember 2020 mencatat dalam setahun panen pala di Kepulauan Banda bisa mencapai 900 ton. Produksi biji pala kering di Pulau Lonthoir sebesar 50 ton per tahun dan fuli (bunga pala) sebanyak 17 ton, sedangkan di Pulau Run sebesar 16 ton.

Petani pala di Kepulauan Banda mengeringkan hasil panen mereka dengan menjemur langsung komoditi tersebut di bawah sinar matahari, dan metode pengasapan dengan tungku saat musim penghujan.

Untuk mengeringkan 50 kilogram biji pala dan fuli di bawah sinar matahari membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari, sedangkan dengan metode pengasapan jauh lebih lama, bisa mencapai seminggu untuk kering sempurna.

"Kalau di rumah pengeringan minimal tiga hari sudah rempahnya kering. Harapannya rumah pengeringan rempah bisa membantu mereka mengelola hasil panen dengan maksimal untuk mendapatkan kualitas rempah yang baik," ucap Teria.

Baca Juga

error: Content is protected !!