Sekilas Info

Kejati Maluku Ajukan Kasasi Vonis Bebas Perkara Lahan PLTMG Namlea

satumalukuID/Husen Toisuta Kantor Kejati Maluku di Jalan Sultan Hairun, Kota Ambon.

satumalukuID- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku akhirnya mengajukan kasasi vonis bebas terhadap Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa, dua terdakwa perkara pengadaan lahan PLTMG Namlea, Kabupaten Buru.

Pernyataan Kasasi ke Mahkamah Agung terkait perkara tahun 2016 tersebut disampaikan hari ini melalui Pengadilan Negeri Ambon Kamis (12/8/2021).

"Sudah kami ajukan di Pengadilan Tipikor Ambon," ungkap Kepala Seksi Penuntutan Kejati Maluku, Ahmad Atamimi melalui telepon genggamnya.

Saat ini Kejati Maluku sedang menyiapkan memori kasasi. Mereka memiliki waktu selama 14 hari ke depan.

"Setelah (diajukan) kami punya waktu 14 hari untuk memasukan memori kasasi," terangnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon yaitu Ketua Pasti Tarigan, didampingi Felix Wuisan dan Jefry Sinaga, menyatakan Ferry Tanaya dan Abdul Gafur Laitupa, bebas murni, Jumat (6/8/2021).

Kedua terdakwa dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan penuntut umum dalam dakwaan primer maupun subsider.

Hakim berpendapat, lahan seluas 48.645 meter persegi yang dijual Ferry Tanaya adalah haknya. Ia berhak menerima ganti rugi pada bidang tanah di kawasan tersebut.

Kepemilikan lahan oleh terdakwa sudah lebih dari 31 tahun. Sementara, tanah yang disebut tanah negara hingga saat ini tidak dipedulikan oleh pemerintah.

JPU menuntut Ferry 10 tahun 6 bulan penjara. JPU juga menuntut Fery membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara dan uang pengganti atas kerugian negara sebesar Rp 6.081.722.920, subsider 4 tahun 3 bulan kurungan penjara.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!