Sekilas Info

Budaya Akademik dan Rekomendasi Tidak “Eksekutorial” Gubernur Maluku

satumalukuID - Dunia perguruan tinggi (PT) atau universitas merupakan "kawah" tempat bersemaiannya kehidupan dan aktifitas budaya akademik. Ia bebas dari wilayah politik praktis. Bebas dari polusi intrik kekuasaan dan intervensi yang tidak berbasis intelektualitas dan kualitas ilmu pengetahuan.

Budaya  akademik sebagai suatu norma, nilai dan subsistem  PT, memegang  peranan penting  dalam  upaya  membangun  dan  mengembangkan  kebudayaan  dan  peradaban masyarakat  (civilized  society)  dan  bangsa  secara  keseluruhan.

Nah. Terkait dengan kehidupan civitas akademika sebuah PT dalam budaya akademik. Pembaca media massa dan warganet media sosial dikejutkan viralnya surat rekomendasi dari Gubernur Maluku, Murad Ismail yang merekomendasikan seorang figur untuk menjadi rektor terkait pemilihan Rektor Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) dalam waktu dekat nanti.

Tentang rekomendasi. Memang bukan hal baru dalam pemerintahan maupun partai politik. Namun karena rekomendasi Gubernur Maluku tersebut tertuju pada figur di dunia pendidikan tinggi. Ini bikin heboh. Lantaran hal itu bukanlah kelaziman. Apalagi statuta dan mekanisme pemilihan rektor di PT negeri maupun swasta punya tata cara tersendiri.

Pasalnya, dalam rekomendasi Gubernur Maluku itu yang bernomor 424/2364 tertanggal 22 Juli 2021 yang dialamatkan kepada Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Gereja Protestan Maluku itu, sidah jelas ada nama figur yang "diinginkan". Publik pembaca, netizen dan warga kampus pun kaget. Tersentak.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!