Sekilas Info

Angka Pasien Aktif COVID-19 di Maluku Utara Menurun

Photo: Abdul Fatah/ant Pasien COVID-19 Maluku Utara jalani isolasi.

satumalukuID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku Utara menyatakan angka pasien terkonfirmasi positif COVID-19 tersebar di 10 kabupaten/kota menunjukkan penurunan, menyusul tingginya kasus sembuh dalam sepekan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Malut, dr Rosita Alkatiri di Ternate, Rabu, menyatakan, angka pasien aktif terkonfirmasi positif COVID-19 Malut terus menurun jika dibandingkan sepekan lalu.

"Saat ini, untuk angka pasien aktif terkonfirmasi positif COVID-19 di Malut sebanyak 1.784 orang, artinya telah terjadi penurunan sangat signifikan dan jika dibandingkan dengan pekan lalu mencapai mencapai 2.359 orang," katanya.

Dia menyebut, pasien kasus aktif positif COVID-19 terbanyak Kabupaten Halmahera Utara sebanyak 682 orang, disusul Halmahera Selatan 293 orang dan sebagian besar diantaranya merupakan pekerja tambang yang beroperasi di kabupaten itu.

Sementara itu, berdasarkan laporan harian Dinas Kesehatan Malut untuk jumlah keseluruhan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 untuk 10 kabupaten/kota mencapai 10.937 orang dan secara kumulatif terbanyak di Kota Ternate sebanyak 2794 orang, Halmahera Utara 2.404 orang, Tidore Kepulauan 1.462 orang dan paling rendah Kabupaten Pulau Taliabu sebanyak 200 orang.

Untuk kasus sembuh di Malut mencapai 8.900 orang atau bertambah 117 orang terbanyak Kota Tidore Kepulauan 68 orang, Halmahera Selatan 30 orang dan Kota Ternate 19 orang.

Sedangkan kasus meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif COVID-19 berjumlah 253 orang, pasien tengah menjalani isolasi di RSU sebanyak 79 orang, terbanyak di Kota Tidore Kepulauan dan Pulau Morotai masing-masing sebanyak 18 orang serta menjalani isolasi mandiri hingga hari ini tercacat 1.705 orang.

Rosita menambahkan, berdasarkan laporan rekapitulasi harian pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Malut untuk 180 tempat fasilitas kesehatan tersebar di 10 kabupaten/kota diantaranya untuk SDM kesehatan tahap I mencapai 11.517 orang, lansia 5.680 orang atau 7,6 persen, pelayan publik 70.087 orang atau 61 persen.

Penulis: Abdul Fatah/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!