Sekilas Info

10 Bak Rendaman Emas Ilegal Kembali Ditemukan di Gunung Botak

satumalukuID/Istimewa Aparat Polsek Waeapo tampak sedang memusnahkan sebuah bak rendaman ilegal milik orang tak dikenal di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Kamis (5/8/2021).

satumalukuID- Aparat Polsek Waeapo, Polres Pulau Buru, kembali menemukan sebanyak 10 bak olahan emas dengan sistem rendaman ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Kamis (5/8/2021).

10 bak rendaman itu ditemukan dalam sebuah operasi penyisiran Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di lokasi sungai jalur B, Kawasan Gunung Botak, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata.

"Hari ini kami kembali menyisir lokasi tambang emas di Gunung Botak, dan menemukan sebanyak 10 bak rendaman," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Rum Ohoirat.

Rum mengaku, bak-bak rendaman ditemukan tanpa pemiliknya. Mereka (PETI) diduga telah meninggalkan lokasi saat operasi serupa dilakukan pada Selasa (3/8/2021) lalu.

"Selain bak rendaman, personil juga menemukan pacul, sekop dan sebagainya. Semuanya sudah dimusnahkan dengan cara dibakar dan dihancurkan agar tidak bisa lagi digunakan," terangnya.

(Baca juga; Aktivitas Penambangan Emas Ilegal di Pulau Buru Maluku Masih Terjadi)

Menurutnya, penyisiran hari ini kembali dipimpin langsung oleh Kapolsek Waeapo, Ipda Zainal. Ia bersama sebanyak 20 orang personil menyisir lokasi tambang ilegal sejak pukul 08.00 WIT hingga pukul 12.30 WIT.

Juru bicara Polda Maluku ini mengaku, selain menyisir lokasi tambang dengan sasaran para PETI, juga menghimbau masyarakat yang mendiami sekitar lokasi itu. Warga diminta tidak melakukan aktivitas ilegal di area tambang, apalagi menggunakan bahan kimia berbahaya seperti sianida dan merkuri.

"Kami juga terus menghimbau masyarakat yang bermukim disekitar lokasi tambang emas untuk tidak melakukan aktifitas penambangan emas menggunakan bahan kimia berbahaya karena dapat merusak lingkungan," pintanya.

Pihaknya, lanjut Rum, juga memberikan arahan agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan di alur sungai jalur B, Dusun Wamsait serta lokasi pertambangan lainnya.

"Kami juga meminta masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dari para PETI. Jika melihat adanya kegiatan penambangan emas tanpa izin agar dapat segera melapor ke Polsek Waeapo atau anggota polisi terdekat," pintanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!