Sekilas Info

Selain Toisuta, Putra Maluku yang Raih 3 Bintang Itu Lopulisa, Marasabessy, Fofid, Sampono, Rahawarin

Kolase foto: Atas dari kiri George Toisuta, Leo Lepolisa, Suaedi Marasabessy. Bawah dari kiri Stanny Fofid, Nono Sampono, Jeffry Rahawarin.

satumalukuID - Kiprah anak-anak Maluku di jajaran militer khususnya TNI, sejak jaman penjajahan dan pasca kemerdekaan sampai kini sudah dikenal pamornya.

Dalam penelusuran referensi jejak militer putra Maluku oleh media ini dari berbagai sumber, terdapat jenderal-jenderal hebat di jamannya yang mencapai puncak prestasi karier dan pangkat tertinggi.

Nah, bila bicara tentang pangkat puncak tertinggi untuk dunia militer adalah jenderal empat bintang. Maka itu pun sudah dicapai oleh sosok putra asal Maluku, Jenderal TNI George Toisuta.

Toisuta naik pangkat empat bintang ketika ia dilantik sebagai Kepala Staf TNI AD (Kasad) pada  29 November 2009 hingga 30 Juni 2011. Sebelumnya, Toisuta berpangkat Letjen TNI menjabat sebagai Panglima Kostrad dari tahun 2007 hingga 2009..

Sedangkan ketika pangkat Mayjen ia pernah menjabat Panglima Divisi I Kostrad, Panglima Kodam Trikora dan Panglima Kodam Siliwangi.

Karier George Toisuta yang sudah almarhum pada tahun 2019 cemerlang ketika sudah era reformasi. Masa orde lama dan orde baru sudah tumbang, sehingga membuat akhirnya ada putra Maluku yang mencapai karier tertinggi TNI AD dan berpangkat jenderal penuh.

PANGKOSTRAD DAN KASUM TNI

Bagaimana dengan era saat orde baru? Di masa kekuasaan 30 tahun lebih Soeharto itulah, sebenarnya ada beberapa perwira asal Maluku yang hebat prestasi dan kualitasnya. Sayangnya, mereka hanya pensiun tiga bintang dan dua bintang, bahkan satu bintang saja baik di TNI AD AL dan AU.

Dari sekian perwira pejuang tercatat pangkat tertinggi putra Maluku pertama tiga bintang diraih oleh almarhum Letjen TNI Pur Leo Lopulisa.

Lopulisa tercatat pernah menjadi Panglima Kodam (Pangdam) II/Bukit Barisan dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) periode 1975—1978.

Jabatan Pangkostrad waktu itu masih dijabat perwira berpangkat Mayjen. Itulah jabatan prestisius dan bergengsi di jajaran AD. Salah satu mantan Pangkostrad yaitu Jenderal TNI Pur Soeharto, yang kemudian jadi Presiden RI selama puluhan tahun. Menteri Pertahanan saat ini Letjen TNI Pur Prabowo Subianto juga mantan Pangkostrad tahun 1998.

Kemudian pangkat Lopulisa naik bintang tiga ketika menjadi Panglima Kowilhan III/Sulawesi-Kalimantan periode 1978—1981 dan terakhir menjabat Duta Besar Indonesia untuk Filipina periode 1981—1983.

Leo Lopulisa merupakan salah satu perwira TNI AD yang kenyang operasi militer pasca kemerdekaan RI. Ia bersama Kawilarang, Muskita, Warouw dan Ign Slamet Riyadi adalah perwira-perwira operasi penumpasan gerakan RMS di Pulau Ambon.

Putra Maluku kedua yang sukses meraih bintang tiga adalah Letjen TNI Pur Suaidy Marasabessy. Ia adalah anak Negeri Kailolo Pulau Haruku yang lahir di Ambon pada 5 Januari 1947. Ia lulus AKABRI tahun 1971.

Semasa karier militernya, ia lebih banyak bertugas di Kostrad. Beberapa jabatan penting di Mabes TNI AD dan Mabes TNI pernah dijabatnya ketika berpangkat Brigjen hingga Letjen.

Yaitu diantaranya Waasops Kasad (1994-1995), Waasops Kasum ABRI (1995-1996), Asops Kasad (1996-1998) dan Pangdam VII/Wirabuana (1998-1999).

Sebelum pensiun, Marasabessy terakhir menjadi orang nomor dua di Mabes TNI sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI (1999-2000).

Selanjutnya 1 2 3 4

Baca Juga

error: Content is protected !!