Sekilas Info

Legislator Minta Dinkes Halmahera Utara Edukasi Masyarakat Soal Vaksin

Photo: Abdul Fatah/ant Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Halmahera Utara intensif memberikan edukasi pentingnya vaksinasi, terutama di berbagai daerah pesisir.

satumalukuID - Kalangan legislator meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut) intensif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya vaksinasi COVID-19, terutama di daerah pesisir.

"Memang, pemahaman masyarakat di pesisir belum mendapatkan edukasi dan sosialisasi soal pentingnya vaksinasi, sehingga perlu peran Dinkes dan jajaran kembali melakukan sosialisasi kepada masyarakat Loloda, bukan hanya sebelum vaksin akan tetapi efek yang dirasakan oleh warga ketika mendapat vaksin," kata Ketua Komisi III DPRD Halmahera Utara Sahril Hi Rauf di Ternate, Selasa.

Ia menyebutkan untuk edukasi itu, Dinkes dan jajaran perlu melakukan pemantapan secara internal terkait dengan keamanan vaksin hingga sosialisasi sebelum dan sesudah memberikan vaksin kepada calon penerima.

Sebab, katanya, masyarakat di Loloda sebagian besar masih bingung terkait dengan manfaat vaksin tersebut dalam menekan penularan COVID-19.

Ia menekankan pentingnya Dinkes lebih fokus kepada sosialisasi sebelum memberikan vaksin sehingga warga yang memiliki penyakit bawaan atau penyakit kronis bisa didiagnosa secara sempurna, sedangkan dampak setelah pemberian vaksin bisa ditangani secara efektif.

Selain itu, Dinkes harus lebih bertanggung jawab ketika pascavaksinasi ada warga yang mengalami gejala gangguan kesehatan, antara lain melalui pemberian vitamin atau obat lainnya.

"Jika pascavaksin ada warga yang drop apakah ada penanganan obat-obatan yang diberikan atau tidak. Ini harus dijadikan catatan untuk Dinkes dan saya bukan bersifat menggugurkan kewajiban pemerintah tetapi saya berkewajiban atas kesehatan masyarakat," ujarnya.

Ia juga mengemukakan tentang pentingnya keamanan vaksin, antara lain harus berada di bawah suhu 8 derajat Celcius sehingga bergantung pada listrik untuk mengatur dan menjaga suhu "freezer", sementara listrik di Loloda pelayanannya belum optimal.

"Listrik di Loloda, kadang mati dari pagi sampai malam dan ini jika vaksin dibawa ke Loloda keamanannya bisa terjamin sebelum diberikan ke masyarakat atau tidak. Ini juga harus menjadi perhatian Dinkes dengan menyediakan mesin genset agar menjaga suhu keamanan vaksin. Ini sudah saya koordinasikan dengan kepala puskesmas di sana dan yang menjadi kendala hal-hal tersebut," katanya.

Penulis: Abdul Fatah/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!