Sekilas Info

Baru Diresmikan, Gedung Mipa dan Maren Center Unpatti Ambon Diusut Jaksa

satumalukuID/Husen Toisuta Kepala Kejari Ambon Dian Frits Nalle (tengah) tampak bersama staf saat memberikan keterangan pers di aula kantor Kejari Ambon, Kota Ambon, Rabu (28/7/2021).

satumalukuID- Baru diresmikan di bulan Desember 2020, gedung kuliah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), beserta Marin Center Universitas Pattimura (Pattimura), sudah diusut penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon.

Proses pekerjaan gedung yang dianggarkan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Maluku tahun 2019-2020 senilai Rp.60,985 miliar ini, diduga asal-asalan atau tidak sesuai ketentuan semestinya.

Kepala Kejari Ambon, Dian Frits Nalle, mengungkapkan, pengusutan kasus itu sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan berdasarkan hasil ekspose tim penyelidik pada Selasa (27/7/2021).

"Berdasarkan hasil ekspos tim penyelidik tanggal 27 kemarin bersama saya telah disepakati perkara tersebut ditingkatkan ke penyidikan," kata Frits dalam jumpa pers di aula Kejari Ambon, Kota Ambon, Rabu (28/7/2021).

Frits meminta publik untuk mengawasi kinerja penanganan kasus dugaan korupsi yang kini sedang ditangani pihaknya tersebut.

"Kami juga sudah menerbitkan surat perintah penyidikan, tembusan ke KPK juga sudah kami kirim per hari ini," katanya.

Kasus itu ditingkatkan ke penyidikan setelah tim penyelidik menemukan adanya penyimpangan dan bukti awal dalam pekerjaan proyek. Banyak ditemukan perbuatan melawan hukum, dan menyalahi sejumlah peraturan.

"Menyalahi peraturan-peraturan atau proses pelelangan dan ada beberapa item pekerjaan yang memang patut diduga adanya kerugian keuangan negara," katanya.

Dalam tahapan penyidikan, Frits mengaku pihaknya akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Termasuk terus mengembangkan barang bukti berupa dokumen maupun surat-surat terkait dalam proyek yang sudah dikantongi.

"Kita juga sudah terjunkan ahli untuk menemani kita dalam proses penyidikan nanti. Saya turun langsung on the spot. Saya cek dan kemarin kejadian ada laporan ambruk di lantai I," ungkapnya.

Hingga saat ini, kata dia, sudah sebanyak 11 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi. Satu diantaranya Kepala Balai Satker Cipta Karya berinisial HK.

"Ada juga yang sudah kita mintai keterangan dari PPK-nya, Kasatkernya, BP2JK balai lelangnya, dan beberapa saksi berkaitan dengan kasus ini, termasuk pihak Universitas dan rekanan juga sudah kita minta keterangan sebagian dan nanti kita pertajam," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!