Sekilas Info

KM Tidar Kandas di Namlea, Besok Baru Ditarik Tugboat Dari Ambon

satumalukuID/Istimewa KM Tidar tampak kandas di perairan depan Pelabuhan Namlea, Kabupaten Buru, Senin (26/7/2021).

satumalukuID- KM Tidar hingga saat ini masih kandas di perairan Namlea, Kabupaten Buru, Selasa (27/7/2021). Rencananya Rabu besok (28/7/2021), kapal putih itu akan ditarik kapal Tugboat yang dicharter dari Ambon.

Kepala PELNI Ambon, Muhammad Assagaf, mengungkapkan rencana penarikan KM Tidar dilakukan Rabu besok pukul 05.00 WIT. Ini bersamaan dengan tingginya air pasang.

"Kita sudah siapkan kapal tugboat untuk menariknya. Karena di Namlea tidak ada, maka kita sewa dari Ambon," kata Muhammad Assagaf kepada satumaluku.id melalui telepon genggamnya, Selasa (27/7/2021).

Baca juga; KM. Tidar Kandas di Perairan Depan Pelabuhan Namlea, 587 Penumpang Dievakuasi

Baca juga; Ratusan Penumpang KM Tidar yang Kandas akan Diangkut KM Pangrango ke Ambon, Tual dan Papua Barat

Kapal naas itu kandas diduga akibat faktor alam pada Senin (26/7/2021). Hingga kini, kapal yang mengangkut 587 orang penumpang ini masih kandas. Body kapal berada di atas dataran rendah yang timbul di tengah perairan, tepatnya di depan pelabuhan Namlea.

Muhammad mengatakan, saat ini kapal Tugboat sudah dalam perjalanan menuju Namlea. Mereka berangkat dari Ambon sekitar pukul 15.00 WIT dengan estimasi perjalanan sekitar 12 jam.

"Dia paling telat on the way (menuju) Namlea jam 3 (15.00 WIT). Jadi sekitar jam 03.00 WIT dini hari dia tiba di sana," terangnya.

Setelah tiba di Namlea, Muhammad mengaku penarikan akan dilakukan pukul 05.00 WIT. Saat itu bertepatan dengan air pasang tertinggi.

"Jadi nanti jam 5 subuh air naik tertinggi langsung sekalian eksekusi, ditarik. Kita berdoa mudah-mudahan kapalnya bisa lepas," pintanya.

Jika berhasil ditarik, KM Tidar langsung menuju Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan diperkirakan tiba pukul 12.00 WIT. Ia langsung melayani penumpang seperti biasa.

"Kita sudah bisa normal lagi untuk kejar Pangrango yang sudah terlanjur jalan dan mungkin ketemu di Tual. Nah penumpangnya nanti kita alihkan lagi ke Tidar. Kemudian KM Pangrango kembali lagi ke Ambon untuk masuk linnya," katanya.

Muhammad mengaku belum mengetahui penyebab kandasnya KM Tidar. Tapi Ia menduga kuat kejadian itu disebabkan kondisi alam.

"Kalau saya lihat arah angin itu kuat, terus memang alurnya di situ juga sempit makanya kan sebelum-sebelum kapal tidak berani sandar. Nahkoda-nahkoda tertentu saja yang berani masuk. Jadi pengaruh alam lah," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta

Baca Juga

error: Content is protected !!