Sekilas Info

Ambon Lanjutkan PPKM Mikro Level 3, Aturan Ini Dilonggarkan

satumalukuID/Istimewa Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy

satumalukuID- Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengaku memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

Kali ini, PPKM yang diterapkan sudah tidak lagi memakai istilah Diperketat atau Darurat, tapi diganti dengan nama PPKM Mikro Level 3.

Bila sebelumnya PPKM yang diterapkan membatasi aktivitas masyarakat Kota Ambon hingga pukul 17.00 WIT, kali sudah dilonggarkan hingga malam hari.

Kelonggaran yang diberikan sesuai Instruksi Walikota Ambon Nomor 6 Tahun 2021, menggantikan instruksi sebelumnya nomor 5 tahun 2021 yang berakhir pada Minggu (25/7/2021) hari ini.

Instruksi Walikota Ambon Nomor 6 Tahun 2021 ini akan berlaku sejak Senin (26/7/2021) besok hingga Sabtu (8/8/2021) mendatang.

"Pergantian nama ini memang masyarakat seakan-akan takut dengan nama itu, seakan-akan ada sesuatu yang mencekam, yang betul-betul galau gelisah dan sebagainya. Sekarang memakai level 1, 2, 3 dan 4. Yang paling gawat itu level 4. Kita bersyukur berada pada level 3," kata Richard saat menggelar zoom meeting dengan wartawan, Minggu sore (25/7/2021).

Saat ini, kata Richard, angka konfirmasi Covid-19 relatif atau belum dapat dipastikan. Namun diakuinya pada beberapa pekan terakhir terjadi penurun, dan angka kesembuhan terus meningkat.

"Kita kemudian rencanakan untuk memperpanjang PPKM mikro ini dengan kelonggaran yang sangat-sangat aspiratif," ujarnya.

Berbagai kelonggaran yang diberikan yaitu kegiatan perkantoran dilaksanakan menggunakan pola 50% Work From Home (WFH), dan 50% Work From Office (WFO).

"Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sekolah perguruan tinggi akademisi akademis maupun tempat-tempat pendidikan lembaga kursus dan sebagainya masih untuk sementara tetap dilaksanakan secara daring (online)," katanya.

Untuk pelaksanaan kegiatan makan minum di tempat umum, warung atau rumah makan, rumah kopi atau cafe, lapak jalanan dan sejenisnya pada lokasi tersendiri atau di luar mall-mall diberikan ijin hingga pukul 21.00 WIT.

"Jadi kita ijinkan beroperasi sampai jam 9 malam dengan menggunakan protokol kesehatan ketat. Dan jumlah yang makan tidak lebih dari 50%. Nanti kita tinggal tingkatkan saja pengawasan kita," ujarnya.

Sementara waktu operasional untuk pasar tradisional seperti pasar Mardika dan Waiheru, diijinkan hingga pukul 20.00 WIT, dengan mekanisme penerapan protokol kesehatan secara ketat.

"Pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan mall, supermarket Indomaret dan lain sejenisnya itu diizinkan buka hingga pukul 21.00 WIT. Pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 50% kita akan tingkatkan terus pengawasannya untuk itu," katanya.

Kemudian untuk operasional SPBU, pedagang kaki lima, perbengkelan, salon dan kecantikan, pemangkas rambut, maupun usaha kecil lainnya juga ijinkan buka sampai dengan pukul 21.00 WIT.

"Pelaksanaan kegiatan ibadah itu sama dengan kebijakan yang kemarin. Untuk sementara itu ditiadakan tapi kita himbau kalau Jumat atau teman-teman mau (shalat), maka mekanisme protokol kesehatan harus tetap diterapkan secara ketat," tambahnya.

Pelaksanaan kegiatan seni budaya dan olahraga sosial kemasyarakatan, lokasi seni misalnya karaoke, bioskop dan lain sebagainya, kata Richard, masih dalam pengkajian.

"Kita akan kaji dalam sehari dua ini mungkin paling terlambat itu hari Rabu kita sudah bisa keluarkan lagi aturan khusus menyangkut karaoke maupun bioskop dan lain sebagainya," terangnya.

Selain itu, mantan Ketua DPRD Maluku ini mengaku sejumlah kegiatan seperti rapat, seminar maupun pertemuan lainnya harus dengan mendapat rekomendasi dari satuan tugas.

"Angkutan umum itu masih sama saja beroperasi dengan jumlah penumpang 50% dan diizinkan beroperasi sampai dengan jam 9 malam," terangnya.

Sementara untuk pelaku perjalanan yang hendak memasuki kawasan Kota Ambon, masih tetap sama dengan aturan sebelumnya.

"Kita akan evaluasi lagi pada tanggal 8 Agustus. Mudah-mudahan kalau kondisi ini sudah bagus kita bisa dorong lagi supaya Ambon semakin lebih kondusif," harapnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!