Sekilas Info

Anggaran Rp7 Miliar Sekretariat Daerah SBB Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan

Photo: Daniel Leonard/ant Jaksa menyebutkan kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran belanja langsung di lingkup Setda Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2016 sebesar Rp7 miliar. (24/7/2021).

satumalukuID - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Rorogo Zega mengatakan, dana belanja langsung pada lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sebesar Rp7 miliar tahun anggaran 2016 tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya.

"Anggaran belanja langsung yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ini merupakan perhitungan sementara penyidik Kejati Maluku," kata Kajati di Ambon, Sabtu.

Namun untuk mengetahui secara pasti berapa besaran nilai kerugian keuangan negara atau daerah dalam perkara ini, jaksa telah berkoordinasi dengan Inspektorat Wilayah di Provinsi Maluku.

Menurut dia, penyelidikan perkara ini oleh kejaksaan sudah hampir rampung, dan sekarang jaksa telah berkoordinasi dengan Inspektorat Wilayah Maluku untuk melakukan penghitungan.

"Untuk kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan dana di Setda Kabupaten SBB hampir selesai, bahkan tidak ada lagi aktivitas pemeriksaan oleh jaksa," tandasnya.

Dikatakan, koordinasinya sudah dilakukan oleh jaksa dengan Kepala Inspektorat Wilayah Maluku, Ros Soamolle dan dalam waktu dekat mereka akan turun ke sana (SBB) untuk melakukan klarifikasi.

"Bila besaran nilai kerugiannya sudah diketahui pasti maka kejaksaan akan menempuh langkah selanjutnya," tegas Kajati.

Baca Juga

error: Content is protected !!