Sekilas Info

Tersangka Kasus Proyek Taman Kota Saumlaki HH Jadi Target Penangkapan Penyidik Kejaksaan Maluku

Photo: Daniel Leonard/ant Kantor Kejati Maluku.

satumalukuID – Setelah penjemputan paksa Johana Rahel Soplanit, Kejaksaan Tinggi Maluku akan melakukan hal yang sama kepada tersangka HH dalam kasus korupsi dana proyek pembuatan taman kota dan pelataran parkir pada Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Pasalnya HH tidak menghadiri panggilan meskipun sudah tiga kali dilakukan pemanggilan oleh pihak kejaksaan.

Kepala  Kejaksaan Tinggi Maluku Rorogo Zega berharap tersangka HH bisa memenuhi panggilan. "Kalau tidak, akan ditempuh upaya hukum dengan jemput paksa," katanya di Ambon, Jumat (24/7/2021).

Selain melakukan upaya paksa, jaksa juga akan memasukan tersangka HH dalam daftar pencarian orang dan menangkapnya sesuai dengan kewenangannya.

Tersangka HH yang merupakan Direktur PT Inti Artha yang menangani proyek taman kota dan pelataran parkir memberikan alasan terpapar virus corona berdasarkan surat keterangan dokter.

Selain itu, tersangka HH meminta waktu kepada kejaksaan karena sedang mencari pengacara untuk mendampinginya.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku akhirnya menjemput paksa Johana Rahel Soplanit, tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Pendapatan Asli Negeri Tawiri, senilai Rp.3,8 miliar.

Johana ditangkap di rumahnya, Kawasan Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Jumat (23/7/2021) sekitar pukul 11.00 WIT. Ia dijemput setelah tiga kali mangkir atau tidak datang memenuhi panggilan penyidik tindak pidana khusus Kejati Maluku.

Usai diperiksa sebagai tersangka, Johana kemudian ditahan. Ia dibawa pada malam hari tadi di Rumah Tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Ambon, bilangan Passo.

Baca Juga

error: Content is protected !!