Sekilas Info

Dana 7 Miliar di Setda SBB Tak Bisa Dipertanggungjawabkan, Jaksa Tunggu Perhitungan Inspektorat

satumalukuID/Husen Toisuta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega.

satumalukuID- Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menemukan sekitar lebih dari 7 miliar penggunaan anggaran belanja langsung pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Kepala Kejati Maluku, Rorogo Zega, mengaku, jumlah kerugian negara akibat dugaan penyalahgunaan anggaran APBD tahun 2016 lalu ini, merupakan hasil perhitungan sementara dilakukan pihaknya.

"Penyalahgunaan dana di Setda SBB penghitungan penyidik tujuh miliar tidak bisa dipertanggungjawabkan secara keuangan, tidak ada sprint. Tujuh miliar rupiah ini perhitungan sementara penyidik," ungkap Rorogo Zega kepada wartawan di aula Kantor Kejati Maluku, Kota Ambon, Kamis (22/7/2021).

Untuk memastikan kerugian negara dalam kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan anggaran Setda SBB, penyidik sudah meminta Inspektorat Provinsi Maluku melakukan perhitungan.

"Nomenklaturnya dugaan tindak pidana penyalahgunaan dana pada Setda SBB (termasuk anggaran belanja langsung) Jadi diduga kerugian negaranya sebesar 7,5 miliar. Tidak ada buktilah, bukti penggunaannya. Sekarang masih dalam perhitungan Inspektorat provinsi Maluku," katanya.

Sebelumnya diberitakan, siapa tersangka di kasus itu belum juga diumumkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Perkara dugaan penyalahgunaan anggaran senilai Rp 18 Miliar yang bersumber dari APBD Tahun 2016 silam itu, ikut menyeret nama Sekda Kabupaten SBB, Mansur Tuharea.

Mansur dikabarkan merupakan orang yang paling bertanggungjawab di kasus itu. Ia bahkan telah diperiksa sebagai saksi pada April 2021 lalu.

"Sekda (Mansur) sudah diperiksa sejak awal lebaran lalu (April 2021). Diperiksa masih sebagai saksi," kata Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi kepada wartawan, Senin (31/5/21).

Baca juga; Kejati Maluku Belum Umumkan Tersangka Korupsi Anggaran Rp 18 M di Setda SBB

Kapan penyidik akan mengumumkan siapa tersangka yang diduga kuat sudah dikantongi jaksa ini, belum diketahui oleh juru bicara Kejati Maluku tersebut.

"Tersangka belum. Masih proses penyidikan," ungkapnya.

Di kasus itu Sekda Mansur bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Ia bersama dua mantan Bendahara Setda SBB yaitu Petrus Eroplei dan Rio Khormain.

Hingga saat ini, sebanyak 13 orang saksi telah diperiksa. Bahkan penyidik sedang menunggu hasil audit kerugian negara dari BPKP.

"Sementara menunggu hasil audit kerugian dari BPKP. Ikuti saja," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!