Sekilas Info

Tidak Kantongi Bukti, Kejati Maluku Tutup Tiga Kasus Dugaan Korupsi Ini

satumalukuID/Istimewa Kejati Maluku press releas penanganan kasus selama setahun di Aulau Kantor Kejati Maluku, Kota Ambon, Kamis (22/7/2021).

satumalukuID- Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menutup tiga kasus dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat.

Tiga kasus yang ditutup yaitu gratifikasi yang diduga dilakukan Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun dan Eva Elia, istrinya.

Selanjutnya kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator di Politeknik Negeri (Poltek) Ambon, dan pengadaan mobil pemadam kebakaran di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Penutupan kasus yang sempat menjadi perhatian publik tersebut dilakukan karena dari hasil penyelidikan, penyidik tidak menemukan bukti kejahatan yang dituduhkan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Rorogo Zega kepada wartawan di aula kantor Kejati Maluku, Kota Ambon, Kamis (22/7/2021), mengaku, untuk kasus dugaan gratifikasi, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak terkait, termasuk sejumlah kepala dinas sebagai saksi.

"Dari 24 orang yang diperiksa dari dinas tidak ada satupun yang bisa memberikan keterangan adanya gratifikasi tersebut kepada terlapor ataupun kepada siapa. Oleh karenanya perkara ini sudah kita tutup," ungkapnya.

Hal serupa, kata Rorogo, juga untuk penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan simulator di Poltek Ambon. Pihaknya tidak menemukan alat bukti yang dituduhkan tersebut.

"Semuanya lengkap, hanya pelatihan untuk pengoperasian alat tersebut saja yang belum dilakukan karena pandemi Covid-19. Itupun mereka sudah lakukan, jadi memang tidak ada kerugian negara. Makanya sudah kita tutup," tambahnya.

Sedangkan untuk kasus dugaan korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di MBD, Kajati Maluku melalui Aspidsus M. Rudi, mengaku pihaknya juga tidak menemukan adanya mark up anggaran.

"Bahkan kita sudah cek di diler tempat jual mobil itu. Memang harganya satu paket seperti itu. Jadi kita juga sudah tutup," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!