Sekilas Info

Alasan Sakit, Gubernur Maluku Murad Ismail Berhentikan Kasrul Selang Sebagai Sekda Maluku

satumalukuID/Istimewa Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno (kanan), tampak melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku. Pelantikan berlangsung di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Senin (19/7/2021).

satumalukuID- Gubernur Maluku Murad Ismail, resmi menggantikan Kasrul Selang sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Senin (19/7/2021). Ia menunjuk Sadli Ie, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku sebagai Pelaksana Harian (Plh).

Alasan utama pergantian Kasrul Selang dari jabatan Sekda yakni kondisi kesehatannya yang kurang baik. Kasrul tertular Covid-19 pada 1 Juli 2021.

Meski faktor kesehatan yang melandasi pergantian itu, tapi banyak kalangan tidak meyakininya. Sebab, Kasrul sempat terlihat dalam kondisi baik-baik saja.

Penunjukan Sadli Ie menjabat sebagai Plh Sekda berdasarkan Surat Perintah Gubernur Maluku Nomor: 841.5 - 266 tahun 2021 tanggal 16 Juli 2021.

"Beta lihat Pak Sekda kemarin baik-baik saja. Jadi kalau alasannya kesehatan, itu hanya alasan saja," ungkap seorang rekan Sekda kepada satumaluku.id.

Selain Sekda, Gubernur juga mengganti sejumlah pejabat lainnya, termasuk Melky Lohy sebagai Kepala Biro Umum Setda Maluku. Ia digantikan oleh David Soleman Katayane sebagai Plt Kepala Biro Umum Setda Maluku.

Pergantian sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno.

Kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan lingkup pemerintah provinsi Maluku tersebut dilaksanakan di lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Senin (19/7/2021).

"Kita harus beradaptasi dengan tantangan kompetisi perubahan dunia yang sangat cepat yang memberikan dampak besar di semua lini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tetapi cara dalam mengelola pemerintahan," ungkap Barnabas.

Ia meminta agar organisasi pemerintahan daerah tidak boleh diam dan statis. Apalagi terbelenggu dengan budaya kerja yang monoton. Cara kerja rutinitas birokrasi Pemprov Maluku harus dapat bertransformasi dan membangun nilai-nilai baru dalam bekerja.

"Saya ingin birokrasi pemerintahan provinsi Maluku tidak monoton tetapi harus tanggap dan berani membuat terobosan baru," pintanya.

Kepada para pejabat yang baru dilantik, mantan Bupati Maluku Barat Daya ini meminta untuk terus bergerak dinamis, kreatif, inovatif, sehingga mampu membuat perubahan pembangunan khususnya untuk memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat Maluku.

"Apalagi saat ini kita sedang dalam situasi kondisi darurat yang membutuhkan langkah-langkah luar biasa dalam penanganan pandemi covid 19," pintanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!