Sekilas Info

Badan Pusat Statistik Maluku Menyatakan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Maluku Maret 2021 Turun

Photo: Abdul Fatah/ant Salah satu sudut suasana pedesaan di Maluku Utara.

satumalukuID - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menyatakan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk (TKPP) Maluku pada Maret 2021, yang diukur menggunakan Gini Ratio tercatat sebesar 0,314, dan mengalami penurunan dibandingkan September 2020.

"Dibandingkan dengan September 2020 Gini Ratio Maluku pada Maret 2021 turun sebesar 0,012 poin, (sedangkan) September 2020 tercatat sebesar 0,326," kata Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi di Ambon, Jumat.

Gini Ratio Maret 2021 di daerah perkotaan mengalami peningkatan sebesar 0,009 poin, sedangkan perdesaan mengalami penurunan sebesar 0,027 poin  bila dibandingkan dengan September 2020.

Menurut Asep, pada bulan Maret 2021 distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 21,28 persen.

"Artinya, pengeluaran penduduk masih berada pada katagori tingkat ketimpangan rendah," ujarnya.

Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 21,95 persen dan untuk daerah perdesaan angkanya sebesar 24,25 persen. Keduanya termasuk  kategori tingkat ketimpangan rendah.

Asep mengatakan, salah satu ukuran ketimpangan yang sering digunakan adalah Gini Ratio. Nilai Gini Ratio antara 0-1. "Semakin tinggi nilai Gini Ratio menunjukan ketimpangan yang semakin tinggi, Gini Ratio Maluku pada Maret 2021  tercatat sebesar 0,314, turun 0,012 poin dibandingkan  keadaan September 2020 yang tercatat sebesar  0,326," ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan daerah tempat tinggal gini ratio di daerah perkotaan  pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,301, angka ini naik sebesar 0,009 poin dibanding September 2020 yang sebesar 0,292.

"Untuk daerah perdesaan Gini Ratio Maret 2021 tercatat sebesar 0,258 angka ini turun sebesar 0,027 poin, dibanding Gini Ratio keadaan September 2020 tercatat sebesar 0,285, dan naik 0,019 poin dibanding keadaan Maret 2020 yang tercatat sebesar 0,284," ujarnya.

Pada Maret 2021, Provinsi yang mempunyai nilai Gini Ratio tertinggi tercatat di Provins Daerah Istimewa Yokyakarta yaitu sebesar 0,441 sementara terendah tercatat di Provinsi Bangka Belitung dengan Gini Ratio sebesar 0,256.

Dibandingkan dengan Gini Ratio Nasional yang sebesar 0,386, terdapat enam provinsi dengan angka  GIni Ratio lebih tertinggi, yaitu Daerah Istimewa Yokyakarta (0,441), Jawa Barat (0,412), DKI Jakarta (0,409), Gorontalo (0,408), Papua (0,397), dan Sulawesi Tenggara (0,390).

Baca Juga

error: Content is protected !!