Sekilas Info

Kabid Humas Polda: Kesadaran Masyarakat Jakarta Patuhi Aturan PPKM Darurat Masih Kurang

satumalukuID/Istimewa Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus (ketiga kiri), saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/7/2021).

satumalukuID - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusri Yunus menyebutkan, rencana penyekatan di beberapa ruas jalan di Jakarta baik di jalan utama, jalan tol dalam kota, jalan dalam kota maupun penyangga yang sebenarnya sudah dilakukan pihaknya di PPKM Darurat ini.

Kepada wartawan saat konferensi pers “Pembatasan Mobilitas pada Masa PPKM Darurat”, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/7/2021), Yusri mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan penyekatan mulai dari awal dan berlangsung pada 35 titik. Baik itu pengendalian mobilitas dan masyarakat, kemudian beberapa ruas jalan yang lain sampai 63 titik penyekatan.

“Sejak PPKM darurat diberlakukan 3 Juli yang lalu, kami sempat pro aktif dengan tujuan bagaimana mobilitas masyarakat di kurangi, karena kebijakan pemerintah sudah jelas apa sektor yang diperbolehkan, apa sektor yang tidak diperbolehkan beraktivitas,” tandas Yusri.

Kepada masyarakat, pihaknya berharap, karena PPKM Darurat ini untuk keselamatan masyarakat juga, khususnya masyarakat di Jakarta.

“Sempat terjadi penurunan google basic trafic. Sudah kita lihat ada penurunan sampai 50 persen, dan sekarang sudah ada lagi peningkatan 30 persen,” terangnya.

Menurut dia, penyekatan sudah dilakukan, tapi tingkat kesadaran masyarakat masih kurang. DIakuinya, memang betul penyangga-penyangga ini sepi tapi ada upaya dari masyarakat, tahu di luar esensial dan kritikal tidak boleh beraktivitas tapi mereka lewat jalan tikus.

Padahal ini dllakukan, lanjut Yusri, untuk menyadarkan masyarakat bahwa Covid-19 ini bukan main-main. Caranya atau kuncinya cuman satu, kurangi mobilitas atau hentikan mobilitas, jika tidak terlalu penting.

“Hasil evaluasi yang kita lakukan dari 3 pilar, yakni pemerintah provinsi (pemprov), Polda Metro Jaya, dan Kodam jaya. Kemudian kita bahas lagi, bagaimana agar masyarakat sadar, satu sisi secara mikro sudah kita lakukan, 3 pilar di bawah untuk sampaikan ke masyarakat,” terangnya.

Yusri mengingatkan lagi, masyarakat tidak perlu keluar jika tidak ada keperluan mendesak. Terutama untuk pekerja di sektor non esensial atau non kritikal. Ada satgas penegakan hukum, ada operasi yustisi yang dilakukan, dan sudah banyak penindakan yang dilakukan pihaknya sampai dengan hari ini.

“Tetapi rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dan pimpinnan perusahaan, yang memang tidak harusnya untuk buka masih dia paksakan untuk buka,” sesal Yusri.

Menyikapi hal ini, menurut Yusri, pihaknya perlu lagi untuk lebih tegas walaupun dengan humanis akan lakukan, beberapa ruas jalan kita lakukan penyekatan.

“Dari awalnya hanya 63 titik penyekatan, sekarang ada penambahan menjadi total 100 titik yang akan kita lakukan penyekatan,” pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!