Sekilas Info

Polda Malut Ajak Masyarakat Saling Menguatkan di Masa Pandemi

Photo: Abdul Fatah/ant Polda Malut mengajak seluruh masyarakat untuk dapat saling menguatkan dan mendukung dengan cara mentaati protokol kesehatan guna mengantisipasi meningkatnya wabah COVID-19 di daerah ini.

satumalukuID - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) mengajak masyarakat di daerah ini agar saling menguatkan dengan cara menaati protokol kesehatan guna mengantisipasi meningkatnya wabah COVID-19 di daerah ini.

Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol Adip Rojikan di Ternate, Senin, menyatakan, Polda Malut menerapkan pelaksanaan ibadah di rumah dibacakan oleh masing-masing dari enam perwakilan agama yang ada di Indonesia dengan harapan agar wabah virus COVID-19 segera berakhir.

"Selain kita berdoa tentunya juga harus disertai dengan usaha, yaitu selalu menaati protokol kesehatan, jaga jarak, hindari kerumunan serta kurangi mobilitas. Ini dilakukan guna menekan penyebaran virus COVID-19," katanya.

Olehnya itu, dia mengajak masyarakat Malut untuk saling menguatkan satu sama lain, bahu-membahu dalam pencegahan dan penanganan COVID-19.

"Mari bersama-sama kita berdoa kepada sang pencipta, agar pandemi COVID-19 segera berakhir, karena hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan," tandas Adip.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Wakapolda Malut, Brigjen Pol Eko Para Setyo Siswanto, turut serta dalam kegiatan virtual Pray From Home (PFH) yang dipimpin Presiden RI via zoom meeting yang bertempat di Rupatama Mapolda Malut.

Persiden RI, Joko Widodo yang memimpin kegiatan tersebut dalam sambutannya mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendirian, semua pihak harus berkolaborasi, berkerja sama, saling tolong-menolong, dan gotong royong untuk mengatasi pandemi COVID-19.

"Dalam menghadapi situasi yang sulit ini, selain ikhtiar serta berusaha, mari kita berdoa kepada Allah SWT, agar beban diringankan, agar rakyat, bangsa dan negara serta dunia terbebas dari pandemi COVID-19," ujarnya.

Penulis: Abdul Fatah/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!