Sekilas Info

Tusuk Teman Hingga Tewas, Jefry Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun

satumalukuID/Istimewa Suasana sidang kasus pembunuhan di Air Mata Cina, Kecamatan Nusaniwe Ambon. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri, Kota Ambon, Senin (21/6/2021).

satumalukuID- Jefry Safry Leinussa, terdakwa kasus pembunuhan di Air Mata Cina, RT 003 RW 002, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, dituntut hukuman penjara 15 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon.

Jefry dinyatakan bersalah dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Kota Ambon, Senin (12/7/2021).

Sidang dipimpin ketua mejelis hakim Lutfi Alzagladi, dibantu Jenny Tulak dan Feliks R. Wuisan selaku hakim anggota.

Menurut jaksa Beatrix Novi Temar, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan kesatu pasal 338 KUHPidana.

"Memohon majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun di kurangi selama terdakwa dalam masa tahanan. Menyatakan, barang bukti berupa sebuah pisau warna hitam dan celana jeans pendek warna biru dirampas untuk dimusnahkan," baca jaksa Novi Temar dalam amar tuntutan.

Novi menyebutkan terdakwa telah mengakui perbuatanya. Bahkan dengan lantang pada persidangan ia mengaku menusuk korban menggunakan pisau sebanyak 10 kali.

"Terdakwa mengakui perbuatanya. Belum pernah dihukum dan menyesali perbuatanya," terangnya.

Baca juga; Terdakwa Pembunuhan di Air Mata Cina Ambon Akui Tusuk Korban Sebanyak 10 Kali Karena Ini

Usai mendengarkan tuntutan Jaksa, sidang kembali ditunda hingga pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa.

Sebelumnya, JPU Beatrik N Temmar dalam berkas dakwaannya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa tepatnya 1 Januari 2021 sekitar pukul 12.30 WIT.
Kejadian itu terjadi tepatnya di dalam kamar kosong dekat kamar kos milik korban yang berada di kawasan Air Mata Cina.

Awalnya, terdakwa bersama korban Jhon, saksi Frits dan Topan mengkonsumsi minuman keras. Karena korban sudah mabuk, terdakwa bersama rekannya Frits membawa korban ke lantai II kamarnya untuk istirahat.

Saat tiba di lantai II, korban tidak tahu mengapa memukul kepala terdakwa menggunakan benda tajam mengenai pelipis kiri dan kepala terdakwa hingga terluka.

Karena tidak puas dengan tindakan korban, terdakwa kembali naik ke lantai II lalu mengambil sebilah pisau yang berada di samping korban kemudian menusuk tubuh korban mengenai rusuk kiri, leher dan dada korban secara beruntun hingga korban tewas.

"Perbuatan terdakwa didakwa melanggar Pasal 338 dan 351 ayat (3) KUHP," kata JPU dalam berkas dakwaannya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!