Sekilas Info

Inggris vs Denmark, Pertarungan Dobrak “Kutukan” 55 Tahun dan Spirit untuk Erikssen

satumalukuID/Istimewa Kasper Dolberg - Denmark (kiri) dan Harry Kane - Inggris (kiri).

PARTAIi semifinal Euro 2020 mempertemukan tim mantan juara (Denmark) dan calon juara baru (Inggris di Wembley Stadium, London pada Kamis (8/7/2021) pukul 02.00 WIB.

Denmark yang dijuluki Danish Dynamite pernah juara Euro satu kali. Gelar itu diraih pada arena Piala Eropa edisi 1992. Ketika itu, Denmark yang hanya menjadi pengganti Yugoslavia, sukses juara setelah menghadang Jerman 2-0 di partai final.

Berbanding terbalik dengan Inggris. Karena meskipun Inggris mengklaim sebagai negara asal olahraga sepakbola. Namun mereka satu-satunya semifinalis Euro 2020 yang belum pernah meraih gelar juara Piala Eropa.

Jangankan menjadi juara. Lolos ke final saja The Three Lions tidak pernah. Prestasi terbaiknya adalah dua kali jadi semifinalis pada 1968 dan semifinal 1996 ketika jadi tuan rumah.

Tidak hanya itu, secara non teknis, Inggris juga dibayangi "kutukan" insiden "gol hantu" di partai final Piala Dunia 1996 di stadion Wembley saat melawan Jerman Barat. Itulah satu-satunya gelar juara bergengsi Inggris sejak 55 tahun lalu.

Selain itu. Trauma lain pasukan anak asuhan Gareth Southgate itu adalah selalu gagal jika sudah sampai semifinal di turnamen besar. Inilah faktor non teknis yang selalu menimpa timnya rnegeri atu Elizabeth tersebut.

Pasca 1966, Inggris terbukti selalu kalah di semifinal yakni Piala Dunia Italia 1990, Euro1996, dan Piala Dunia 2018. Pada 2019, di ajang baru UEFA Nations League Ingris juga gagal di semifinal kalah 1-3 dari Belanda.

Namun kini Inggris diarseteki Sothgate tampil beda. Taktik dan pola khas sepakbola "kick and rush" ala mereka, sudah berubah. Tidak hanya sekedar andalkan fisik dan kecepatan untuk berlari merebut bola.

Permainan kolektifitas antar lini belakang, tengah dan depan solid dan kokoh. Ini ditopang kualitas pemain yang baik. Lantaran itu, Inggris hingga masuk semifinal belum sekalipun kebobolan gol di gawang Jordan Pickford.

Selain kiper tangguh. Mereka punya duet Harry Kane dan Rahem Sterling, juga Marcus Rashford di depan. Di tengah ada Jordan Henderson, Kalvin Philips, Phil Forden, Declan Rice dan lainnya. Serta benteng pertahanan yang solid oleh Harry Mahuire, Ben Chilwell, Luke Shaw, John Stones dan Kietan Trippier.

Rekor cleen sheet Inggris itu diraih saat di Grup D melawan Kroasia (1-0), Skotlandia (0-0), dan Republik Ceko (1-0). Berlanjut di 16 Besar sikat Jerman 2-0 dan labrak Wales 8-0 di 8 Besar.

Dengan performa dan skuad pemain itu. Maka tak berlebihan, Inggris diunggulkan bisa lolos ke final. Hanya saja faktor non teknis juga sangat pengaruhi dan jadi kendala tersendiri. Mampukah mereka dobrak "kutukan" 55 tahun lalu dan trauma babak semifinal?

Bagaimana dengan Denmark? Anak asuhan pelatih Kaspar Hjulmand ini, sejak fase grup sudah terkena musibah. Kapten tim sekaligus bintang mereka, Christian Eriksen sempat kolaps, jantungnya terhenti dan tak sadarkan diri. Namun kini Eriksen dilaporkan sudah membaik.

Langkah Denmark pun lolos dari grup bagai mujisat. Setelah partai perdana kalah 0-1 dari Finlandia. Di partai kedua pun kalah dari Swedia 1-2. Tetapi keajaiban terjadi. Di partai ketiga, Kasper Dolberg dkk ngamuk dan hantam Rusia 4-1.

Denmark akhirnya lolos sebagai peringkat tiga terbaik. Kemudian "dinamit" meledak hantam Wales 4-0 di 16 Besar dan kalahkan Republik Ceko 2-1 di babak 8 Besar. Trend naik ini menjadi motivasi besar mereka untuk kembali meledak seperti edisi 1992.

Dari segi permainan. Denmark lebih andalkan kolektifitas permainan dan fighting spirit. Kiper Scheimecel dkk tentunya juga punya keinginan untuk persembahkan terbaik bagi Eriksen, sang kapten yang tidak bertanding lagi demi pemulihan kesehatan nya.

Pertarungan ini dipastikan berjalan ketat. Namun demikian, dari catatan enam pertemuan terakhir kedua tim, ternyata Denmark unggul tipis. Karena Inggris hanya menang 2 kali, sementara 3 kemenangan diraih Denmark, dan 1 laga berakhir imbang.

Apapun hasil partai semifinal Inggris vs Denmark nanti. Siapapun pemenangnya akan membuat partai final l Euro 2020 ini, terjadi pertemuan tim mantan juara atau tim calon juara baru vs mantan juara Italia yang sudah lolos setelah singkirkan Spanyol melalui adu penalti.

Kita lihat saja nanti, apakah Inggris mampu mendobrak tradisi tim-tim mantan juara dan lewati "kutukan" 55 tahun? Ataukah sebaliknya dewi fortuna tetap berpihak pada para mantan juara? Walahualam. (novi pinontoan)

Baca Juga

error: Content is protected !!