Sekilas Info

Maluku Tidak Termasuk Daerah Penerapan PPKM Darurat, Ini Penekanan Kapolda

satumalukuID/Istimewa Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri (tengah) tampak memberikan arahan kepada jajarannya terkait penerapan PPKM Mikro. Rapat berlangsung di Rupatama Mapolda Maluku, Kota Ambon, Senin (5/7/2021).

satumalukuID- Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri, menekankan kepada seluruh jajarannya untuk memperhatikan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro.

Penekanan itu disampaikan Kapolda usai mengikuti rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) Pimpinan terkait pelaksanaan operasi kontinjensi Aman Nusa II, Penanganan Covid-19.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, secara virtual itu membahas pelaksanaan PPKM Darurat, Pendisiplinan Masyarakat dan Kegiatan Vaksinasi.

Kapolda Maluku sendiri didampingi Wakapolda Brigjen Pol Jan de Fretes, bersama seluruh pejabat utama Polda Maluku mengikuti rapat dari Rupatama Markas Polda Maluku, Kota Ambon, Senin (5/7/2021).

"Ada beberapa daerah yang menjadi perhatian khusus, kita juga harus punya perhatian sendiri kepada daerah kita jangan sampai daerah kita termasuk dalam PPKM darurat," pinta Kapolda Refdi kepada jajarannya melalui video conference.

Sejumlah langkah yang telah diambil dalam penanganan Covid-19, kata dia, perlu dievaluasi kembali. Ini agar penanganan virus mematikan itu semakin hari semakin baik.

"Target vaksinasi yang sudah ditetapkan angkanya 8.622 orang, memang beberapa kali terjadi lonjakan 100%, dan perlu dilakukan evaluasi terus menerus," harapnya.

Mantan Kakorlantas Polri ini juga meminta jajarannya untuk tetap bersinergi dengan usur-unsur TNI, maupun Pemerintah Daerah.

"Pada saat memberikan perhatian penuh kepada masyarakat, kita juga harus memberikan perhatian khusus kepada anggota kita di lapangan. Jangan sampai imun tubuh anggota kita menjadi lemah," ingatnya.

Terkait dengan adanya varian baru Covid-19 sebagaimana disampaikan Kapolda Metro Jaya, Kapolda Refdi meminta agar jajarannya untuk senantiasa waspada.

"Harus lebih diwaspadai, dan jangan mengabaikan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauh dari kerumunan, dan meminimalisir perjalanan)," ingatnya.

Orang nomor 1 Polda Maluku ini kembali mengingatkan penyampaian Kapolri terkait harapan Pemerintah kepada Polri tentang target pelaksanaan vaksinasi massal.

"Harus dihitung berapa jumlah vaksin yang dibutuhkan. Kelangkaan obat-obat dan oksigen banyak diperlukan oleh masyarakat yang terkena covid ini perlu menjadi perhatian," katanya.

Jenderal bintang dua Polri itu juga mengingatkan jajarannya untuk memperhatikan para pasien Covid yang diisolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Manakala ada masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan berbagai alasan, ini musti menjadi perhatian kita, jika terjadi sesuatu kita dapat mengambil tindakan," pintanya.

Sebelumnya, dalam rapat itu, Kapolri mengatakan, pelaksanaan PPKM Darurat diakibatkan peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 di beberapa Rumah Sakit.

Dalam pelaksanaan PPKM, kata dia, perlu adanya langkah-langkah yang dimulai dari pembatasan, penyekatan di tingkat kecamatan dan kabupaten, bahkan wilayah yang menjadi pintu keluar masuk antar provinsi harus diperhatikan.

Terkait persoalan pada sektor non esensial, masalah tempat ibadah masih menjadi pro dan kontra. Olehnya itu, Kapolri meminta kepada Polda jajaran agar melibatkan tokoh agama.

"Untuk hal-hal seperti itu tolong libatkan tokoh-tokoh agama agar dapat diminimalisir," pintanya.

Listyo meminta agar sejumlah langkah strategis penerapan PPKM Darurat bisa dilaksanakan dengan baik. Mulai dari sosialisasi aturan dan kebijakan PPKM Darurat dengan mengajak tokoh agama masyarakat dan adat.

Ia juga meminta agar dilakukan pemasangan spanduk dan video terkait penerapan PPKM Darurat pada titik strategis dengan narasi yang tegas. Juga bisa menggalang semua elemen bangsa untuk bersama-sama melawan Covid-19.

"Untuk Penyekatan yang menimbulkan kerumunan tolong agar diperbaiki lagi. Harus dibuatkan rambu-rambu agar masyarakat paham apa yang perlu dipersiapkan," jelasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!