Sekilas Info

Kasus Positif COVID-19 di Maluku Bertambah 1.202 Dalam Enam Hari

Photo: Jimmy Ayal/ant Petugas Satgas hendak memakamkan jenasah seorang perempuan berusia 80 tahun yang meninggal karena terpapar COVID-19, di TPU khusus Desa Hunuth, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Sabtu (3/7/2021).

satumalukuID - Tim Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 provinsi Maluku menyatakan, kasus positif COVID-19 bertambah 1.202 orang dalam enam hari terakhir, dan terbanyak pada Senin (5/7/2021)  yakni 349 kasus.

"Hari ini (Senin) bertambah 349 kasus. Total kasus dari 30 Juni hingga 5 Juli 2021 tercatat 1.202 kasus dan terbanyak di Kota Ambon," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Maluku, Adonya Rerung di Ambon, Senin.

Menurutnya, kasus konfirmasi positif baru cenderung meningkat sangat signifikan dalam enam hari terakhir, terhitung 30 Juni hingga 5 Juli 2021, terutama di Kota Ambon sebagai pusat penyebarannya.

Dalam periode enam hari tersebut juga tercatat 11 orang pasien terkonfirmasi positif dinyatakan meninggal, dimana delapan pasien diantaranya berasal dari Kota Ambon.

Dia mengatakan, berdasarkan kasus positif baru pada 30 Juni tercatat 218 kasus, 1 Juli 185 kasus, 2 Juli 171 kasus, tetapi kemudian hanya ditemukan satu kasus positif pada 3 Juli, sedangkan 4 Juli bertambah 278 kasus, setelah itu bertambah 349 kasus pada 5 Juli 2021.

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 705 kasus positif baru atau 58,6 persen dari Kota Ambon, diikuti Kabupaten Kepulauan Aru dengan 346 kasus atau 28,8 persen.

Ia mengatakan secara komulatif kasus positif di Maluku 9.694 kasus, angka kesembuhan 7.790 orang (80,35 persen), meninggal sebanyak 152 orang (1,56 persen) dan kasus aktif masih dalam perawatan 1.752 orang (18,1 persen).

Adonya mengajak seluruh masyarakat di Maluku, khususnya Kota Ambon dan Kabupaten Kepulauan Aru untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini.

Dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan, terlebih lagi dengan adanya dugaan mutasi COVID-19 dengan varian baru, sehingga kasus mengalami peningkatan dalam seminggu terakhir.

"Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus COVID-19 akan semakin meningkat. Intinya kapan pun dan dimana pun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Pihaknya, bersama Satgas COVID-19 di 11 kabupaten/kota di Maluku terus melakukan berbagai langkah guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan serta meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Penulis: Jimmy Ayal/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!