Sekilas Info

Pintu Masuk Kota Ambon Diperketat, Pelaku Perjalanan Harus Dapat Rekomendasi Satgas Covid-19

Foto: satumalukuID/Aldi Josua Kedatangan penumpang pesawat di Bandara Pattimura Ambon.

satumalukuID - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyebutkan bahwa mulai Kamis (8/7/2021), pintu masuk Kota Ambon di bandara dan pelabuhan akan lebih diperketat bagi pelaku perjalanan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona di Kota Ambon, menyusul adanya peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid 19 di Ambon terus meningkat. Begitu pula dengan tingkat kematian yang juga terus mengalami peningkatan.

"Oleh sebab itu Pemerintah Kota Ambon kembali memperketat pintu masuk Kota Ambon, bagi para pelaku perjalanan dari dan ke kota ini,” jelas Richard, di Ambon, Senin (5/7/2021).

Dia menuturkan, untuk keberangkatan melalui Pelabuhan Yos Soedarso dan Bandara Pattimura, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) hanya bertugas untuk mengadakan konfirmasi terkait kesehatan penumpang. Namun untuk menentukan keberangkatan seorang penumpang, harus dikonfirmasi dengan satgas penanganan Covid-19 di Kota Ambon yang bertugas di lokasi tersebut.

“Satgas yang akan menentukan keberangkatan penumpang, bukan pihak maskapai. Bahwa seseorang boleh berangkat itu harus dengan rekomendasi dari Satgas Covid-19 Ambon,” tegasnya.

Richard jelaskan, setelah penumpang melakukan chek in, maka harus mengkonfirmasi terlebih dahulu ke Satgas Covid-19 Kota Ambon, apakah sudah memenuhi persyaratan atau tidak untuk diberangkatkan. Jika administrasi tersebut tidak memenuhi syarat, maka terpaksa tidak dapat diberangkatkan.

“Segala persyaratan menyangkut dengan keberangkatan keluar masuk antar provisi maupun antar kabupaten dan kota dalam provinsi telah diatur dalam Instruksi Wali Kota Ambon nomor 2 tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro,” ujarnya.

Richard menambahkan, jika syarat tidak dilengkapi, resiko ditanggung sendiri oleh calon penumpang. Langkah ini kata dia diambil demi kepentingan bersama. "Covid-19 tidak bisa dilihat dan tidak dapat dipegang, namun kita hanya bisa mengantisipasinya,” tadasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!