Sekilas Info

OBITUARI

Johuzua Markus Yoltuwu, Salah Satu Putra Terbaik Maluku Itu Telah Tiada

satumalukuID/Istimewa Almarhum Yohuzua Markus Yoltuwu.

HIDUP mati manusia siapa yang tahu. Karena iitu adalah kuasa Tuhan sang pencipta dunia semesta. Maka ketika datang kabar duka meninggalnya Drs Yohuzua Markus Yoltuwu MSi MA, sungguh mengejutkan.

Sosok yang merupakan salah satu putra terbaik Maluku asal Maluku Barat Daya (MBD) ini, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Hermina Bekasi pada pukul 09.40 WIB, Senin (5/7/2021).

Almarhun yang lahir 2 Juli 1958 di Desa Tourwawan MBD tersebut, sebelum pensiun pernah dua kali menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) pada Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia.

Yaitu sebagai Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan pada Mei 2015 - April 2017 serta Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu di Kemendes PDTT RI periode April 2017 - Juli 2018.

Sebelumnya beliau lama menjabat Deputi Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha pada kementerian yang sama yakni periode Juni 2011 hingga Mei 2015.

Pak Max begitu almarhum disapa. Selain dikenal sebagai birokrat handal. Juga berperan aktif dalam berbagai organisasi sosial kemasyarakatan, terutama organisasi tentang daerah asalnya MBD maupun Maluku umumnya di Jakarta.

Beliau menjadi pembina, penasehat dan ketua beberapa organisasi. Diantaranya sebagai anggota dewan kehormatan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM) di Jakara, Ketua Ikatan Masyarakat Lemola (Leti Moa Lakor), juga baru diangkat sebagai Ketua Koperasi Pemasaran Mandiri Bangun Maluku dan pernah aktif juga di ikatan alumni SMA Negeri 1 Ambon, Asmansa di Jakarta dan lainnya.

Almarhum merupakan alumni SMA Negeri 1 Ambon tahun 1977. Kemudian melanjutkan pendidikan sarjana S1 pada STIE STIKI Makassar serta meraih gelar MSi di Universitas Padjajaran Bandung dan gelar MA di STT Filsafat Jaffray Jakarta.

Pak Max meninggalkan istri dr Julia Klaartje Kadang SpA, lima anak dan dua cucu.

Kepergian almarhum mendapat reaksi duka cita dan doa di media sosial dari berbagai kalangan orang Maluku. Diantaranya info meninggalnya disampaikan mantan promotor konser Ambon Jazz Festival, Andi Eric Manuhutu di akun FB nya. "Lagi salah satu orang terbaik Makuku mengakhiri perjuangannya," kata Andi.

Penyanyi senior asal Maluku, Andre Hehanusa pun turut berkomentar. "Turut berdukacita. Beta kenal dekat om Max. Rasa kehilangan orabg baik," tulis Andre.

Ketua Umum ormas IKB Teon Nila Serua di Jakarta, Levina Litaay kepada media ini pun menyampaikan turut berduka cita yang mendalam.dan kesannya kepada almarhum pak Max.

Menurutnya, semasa aktif sebagai pejabat utama di Kemendes, kontribusi pak Max sangat besar ketika menjabat Dirjen untuk pengentasan desa maupun kabupaten tertinggal di Indonesia, termasuk di Maluku dan khususnya Maluku Tengah yang dirinya selalu berproses bersama masyarakat TNS.

"Kontribusi beliau sangat besar. Saya rasakan itu sebagai bagian dari civil society saat berproses dan sharing tentang program dan kebijakan pembangunan. Sayangnya, dalam kapasitas sebagai Dirjen, jarang pemerintah provinsi maupun kabupaten di Maluku berproses dengannya. Kami kehilangan beliau," ungkap Levina.

Sementara itu, Roy Pooroe ayah dari penyanyi Karen Idol di akun FB nya juga menyampaikan kesan atas almarhum yang sama-sama berasal dari MBD.

"Selamat Jalan Bung Max Yoltuwu. Satu lagi putra terbaik asal Maluku Barat Daya telah mendahului kita. Kami kehilangan kata terbaik utk menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kami atas apa yg telah bung Max lakukan buat Bangsa ini ketika menjabat sebagai Dirjen dan selama menjalankan tugas sebagai ASN," tulis Roy Pooroe.

Selamat jalan pak Max. Dedikasi dan pengabdianmu untuk bangsa dan negeri tetap dikenang. Beristirahatlah dengan tenang dalam kedamaian abadi. (novi pinontoan)

Baca Juga

error: Content is protected !!