Sekilas Info

DPRD Maluku Imbau Warga Ikuti Vaksinasi COVID-19

Photo: Daniel Leonard/ant Sebanyak 148 orang yang terdiri dari pimpinan dan anggota DPRD, ASN, pegawai kontrak, maupun petugas komisi dan fraksi hingga wartawan mengikuti program vaksinasi COVID-19 di kantor DPRD Maluku. (3/6/2021)

satumalukuID - DPRD Maluku mengimbau warga untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19 pada berbagai tempat yang telah disediakan pemerintah sebagai upaya mencegah dan memutuskan penyebaran virus corona.

"Hari ini pimpinan dan anggota DPRD provinsi bersama ASN, pegawai fraksi, komisi, pegawai kontrak, maupun sejumlah wartawan mengikuti vaksinasi COVID-19 yang diselenggarakan atas kerja sama DPRD dengan Dinas Kesehatan," kata Wakil Ketua DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut,  di Ambon, Sabtu.

Menurut dia, prinsipnya bahwa program vaksinasi ini harus wajib didukung semua pihak agar bisa memenuhi target dari pemerintah agar semakin banyak orang divaksinasi sehingga dapat mengurangi resiko penyebaran virus corona.

"Kami juga mengimbau semua lapisan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi karena meski pun segitu gencarnya informasi lain yang beredar namun kami tetap menganjurkan warga untuk bisa mengikutinya," ucap Sairdekut.

Pimpinan dan anggota DPRD hari ini mengikuti vaksinasi COVID-19, kemudian bagi mereka yang belum stabil tekanan darahnya setelah melalui proses pemeriksaan medis dan observasi untuk sementara beristirihat sesuai anjuran dokter.

Dia mengakui, masih ada sejumlah anggota DPRD provinsi yang belum divaksin hari ini sebab masih melaksanakan agenda pengawasan ke daerah.

"Hari ini pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Maluku juga belum bisa mengikuti vaksinasi karena masih melakukan agenda pengawasan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ujarnya.

Nantinya setelah mereka kembali ke Ambon baru disusun ulang jadwal waktunya untuk pelaksanaan vaksinasi.

Sementara Sekretaris DPRD Maluku, Bodewin M. Wattimena mengatakan ada 148 orang yang divaksinasi hari ini, termasuk didalamnya pimpinan dan anggota dewan.

"20 orang diantaranya setelah diperiksa dokter ternyata belum bisa divaksin karena tekanan darah tidak stabil atau pun memiliki riwayat penyakit bawaan seperti jantung," jelas Sekwan.

Mereka yang belum sempat divaksinasi ini dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dikter spesialis.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di gedung DPRD provinsi hari ini juga diwarnai aksi salah seorang petugas fraksi berinisial Ger yang merasa sangat takut dan trauma dengan jarum suntik.

Aksi petugas fraksi bertubuh gempal ini terlihat kocak dan membuat para peserta vaksin hingga sebagian petugas medis jadi tertawa, karena dia selalu berusaha untuk merontak saat jarum suntik diarahkan ke lengannya, meski pun sudah dipegang beberapa orang.

Bahkan petugas medis yang hendak melakukan penyuntikan sampai dibuat kesal karena khawatir jarum suntiknya bisa patah saat ditancaapkan ke lengan orang tersebut, namun setelah berulang kali dicoba, akhirnya petugas fraksi ini berhasil divaksin.

"Saya trauma melihat jarum suntik, karena saat masih berusia empat tahun pernah disuntik ayah saya yang merupakan seorang mantri kesehatan tetapi jarum yang sudah menancap saat itu patah akibat merontak tidak mau disuntik," ucap Ger singkat.

Baca Juga

error: Content is protected !!