Sekilas Info

Perkara Pemalsuan Rapid Antigen, Polda Maluku Tunggu Petunjuk Jaksa

satumalukuID/Husen Toisuta Para tersangka pemalsuan surat keterangan rapid Antigen dan GeNose usai gelar rekonstruksi di kawasan Bandara Pattimura, Kota Ambon, Kamis (3/6/2021).

satumalukuID- Polda Maluku masih menunggu petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku terkait perkara dugaan tindak pidana pemalsuan surat keterangan Rapid Test Antigen (RTA) dan GeNose.

Berkas perkara enam orang tersangka kasus pemalsuan surat keterangan RTA dan GeNose telah dilimpahkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, pada beberapa waktu lalu.

"Sudah kita limpahkan ke jaksa. Dan saat ini tinggal menunggu petunjuk," kata Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno, Kamis (1/7/2021).

Bila jaksa menyatakan berkas enam tersangka kasus itu sudah dinyatakan lengkap, penyidik akan secepatnya melakukan penyerahan (tahap 2). Tapi jika masih perlu diperbaiki, penyidik akan memperbaiki sesuai petunjuk jaksa.

Untuk diketahui, enam tersangka yang diamankan di rumah tahanan Polda Maluku yaitu dua diantaranya perempuan yakni H (40), oknum PNS, dan S (40), pemilik rental komputer.

Sementara empat tersangka lainnya yaitu M (38), pegawai Bandara Pattimura pada bagian Troli, R (26), pegawai Angkasa Pura Support, serta H (34) dan R (49), pegawai travel PT Leparissa Tour.
Keenam tersangka diamankan di Kawasan Jalan AY Patty, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (27/5/2021).

Mereka diamankan setelah penyidik Ditreskrimum Polda Maluku mengungkap aksi kejahatan yang diperbuat di tengah maraknya penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Modus operandi yang digunakan para tersangka yaitu menawari para pelaku perjalanan yang membeli tiket pesawat untuk mendapatkan surat RTA dan GeNose tanpa mengikuti pemeriksaan.

Dalam prosesnya pihak travel menghubungi H, petugas kesehatan di salah satu Puskesmas. Oleh H menghubungi S, pemilik rental komputer untuk mencetak surat keterangan RTA.

Sementara untuk surat keterangan rapid test GeNose, pihak travel juga menghubungi pegawai Bandara Pattimura. Selanjutnya surat keterangan itu diserahkan kepada pelaku perjalanan.

Peran dari dua pegawai Angkasa Pura Support, juga untuk memuluskan para calon penumpang yang telah mengantongi surat RTA palsu, agar lolos pemeriksaan hingga naik ke dalam pesawat.

Surat keterangan RTA palsu dibandrol pihak travel seharga Rp.200.000. Sementara untuk GeNose sebesar Rp.50.000.

Dalam kasus itu, penyidik juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp.14.750.000, satu unit laptop, tiga unit komputer, sebuah printer, enam handphone, sebuah cap stempel dan enam lembar surat keterangan RTA dan GeNose palsu.

Atas perbuatan itu keenam tersangka disangkakan Pasal 263 ayat 1 KUHPidana tentang pembuatan surat palsu. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!