Sekilas Info

Kasus Penyekapan dan Penganiayaan Mahasiswi Unpatti Ambon, IMW; Sebagai Dosen Mestinya Objektif

satumalukuID/Istimewa Ketgam; Fianti, korban penyekapan dan penganiayaan (baju hitam) tampak sedang memasukan laporan polisi di SPKT Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease di Kota Ambon, Senin malam (28/6/2021). Ia didampingi YLBH Insan Cita Maluku.

satumalukuID- Kasus penyekapan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Dosen Unpatti Ambon, Olivia Rumlus dan putranya Andre Rumlus terhadap Fianti, seorang mahasiswi, mendapat kecaman dari Ina Mollucas Watch (IMW), lembaga yang bergerak di bidang advokasi perempuan.

"Kami merasa perlu mendampingi korban agar mendapatkan kepastian hukum," kata Hijrah, bidang advokasi IMW melalui siaran pers yang diterima satumaluku.id, Rabu (30/6/2021).

Hijrah mengaku menyayangkan perbuatan yang dilakukan pelaku, seorang dosen bersama putranya tersebut.

Menurutnya, sebagai dosen pelaku harusnya bisa berperilaku objektif, dan mengedepankan rasionalitas. Dosen mestinya menjadi rujukan sebagai insan akademis bukan seorang kriminalis.

"Berani-beraninya seorang dosen melakukan tindakan kekerasan terhadap Mahasiswanya sendiri?," katanya.

Ia menilai, perbuatan pelaku sangat tidak mencerminkan perilaku sebagai seorang pendidik dan telah merusak citra lembaga pendidikan.

"Dosen yang berperilaku kriminal tidak boleh dibiarkan mengajar di kampus bertajuk "orang Basudara"," tegasnya.

Baca juga; Oknum Dosen Unpatti Ambon dan Putranya Diduga Sekap dan Siksa Mahasiswi

Baca juga; Sekap dan Aniaya Mahasiswi, Oknum Dosen Unpatti Ambon Cs Resmi Dipolisikan

Olehnya itu, IMW mendesak Rektor Unpatti Ambon untuk tindak tegas oknum dosen tersebut. Sebab, bagaimanapun juga kampus tidak boleh menoleransi tindakan-tindakan kekerasan.

"Kami akan surati Kemendikbud untuk melakukan pemecatan terhadap oknum dosen atas nama Olivia Rumlus yang mengajar di program studi Sosilogi Fisip Unpatti," sebutnya.

IMW juga meminta aparat kepolisian, untuk dapat memberikan hukuman setimpal sebagaimana aturan yang berlaku terhadap para pelaku.

"Kepolisian kami harapkan agar para pelaku penyekapan dan penganiayaan segera diproses hukum dan dijerujikan secepatnya," pintanya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!