Sekilas Info

Museum Siwalima Maluku Ajak Pelajar SMA Bedah 12 Koleksi Sejarah

Museum Siwalima Maluku ajak pelajar SMA bedah 12 koleksi sejarah.

satumalukuID - Pihak Museum Siwalima Provinsi Maluku mengajak pelajar dari berbagai SMA di Kota Ambon untuk membedah dan menulis esai 12 benda koleksi yang berkaitan dengan sejarah, seni dan budaya Maluku, Sabtu.

Dilaksanakan dalam bentuk lokakarya di ruangan teater museum setempat, lebih dari 40 pelajar dari berbagai SMA di Kota Ambon ikut serta di kegiatan bedah koleksi Museum Siwalima yang bertema "Mengupas yang silam, menyurat yang menjelang".

Dijadwalkan berlangsung hingga 6 Juli 2021, lokakarya bedah koleksi museum itu menghadirkan akademisi dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Johan Pattiasina dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Polly Koritelu dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebagai narasumber.

Sedikitnya ada 12 benda koleksi yang dipaparkan oleh Museum Siwalima, di antaranya patung perahu persembahan dari Kabupaten Maluku Barat Daya, sinun (kain tenun tradisi) dari Pulau Kisar, tahuri (instrumen tiup dari kulit kerang), korluri (ukiran haluan perahu) dan lirena (tiang rumah keramat).

Dari 12 benda koleksi yang dipaparkan, para pelajar diminta memilih salah satu sebagai referensi untuk menulis esai dengan gaya bahasa komunikatif dan mudah dipahami, kemudian dipresentasikan dan dinilai pada hari terakhir kegiatan.

Kepala Museum Siwalima Provinsi Maluku Jean Esther Saiya mengatakan museum yang dipimpinnya memiliki 5.300 buah koleksi yang dibagi dalam 10 jenis koleksi terdaftar dalam katalog, dan 47 buah koleksi sumbangan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

sebuah benda atau koleksi hanya bisa dipamerkan di ruang pameran, apabila telah memiliki data pendukung atau kajian awal sebagai bahan informasi kepada pengunjung.

Karena itu, kegiatan lokakarya bedah koleksi juga dimaksudkan untuk menambah informasi koleksi, selain kajian yang lebih mendalam melalui survei oleh Museum Siwalima untuk mendapatkan informasi data koleksi yang lebih akurat.

"Kajian yang lebih mendalam lewat survei data untuk mendapatkan data yang lebih akurat, dan kajian yang dilakukan untuk melengkapi data juga dengan kegiatan seperti ini," kata Jean.

Baca Juga

error: Content is protected !!