Sekilas Info

Sekolah Pantai Indonesia Dorong Siswa Tanggap Terhadap Lingkungan

Photo: Jimmy Ayal/ant Kabid Pengelolaan Ruang Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Maluku Erawan Asikin.

satumalukuID - Program Sekolah Pantai Indonesia (SPI) yang dikembangkan Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Dit P4K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendorong siswa lebih tanggap terhadap lingkungan sekitarnya, terutama wilayah pesisir.

"Program SPI ini untuk mengajak generasi muda terutama siswa SMP/SMA dan sederajat untuk lebih memperhatikan lingkungan pesisir," kata Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi Maluku Erawan Asikin, di Ambon, Jumat.

Ia mengapresiasi program KKP tersebut karena melalui program SPI siswa didorong tanggap terhadap lingkungan di sekitarnya, serta memiliki inisiatif dan ide-ide inovatif untuk melakukan perubahan.

KKP pada tahun 2021 kembali melaksanakan program SPI di dua lokasi yakni di Kota Dumai, provinsi Riau dan Ambon, provinsi Maluku. "Khusus di Ambon program ini sudah mulai dilaksanakan di SMP Negeri 8 Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan," katanya.

Saat ini KKP telah melakukan sosialisasi kepada para siswa dan guru, termasuk bimbingan teknis untuk menyiapkan tenaga pendamping. Sedangkan proses pembelajaran SPI menerapkan prinsip 4A, yaitu Amati, Analisa, Ajarkan dan Aksi.

"Jadi selain sosialisasi dan pembelajaran kelas, juga dilakukan praktek lapangan sebagai aksi nyata guna menumbuhkan kesadaran untuk mitigasi bencana dan perubahan iklim, sekaligus menumbuhkan ketangguhan masyarakat di pantai, pesisir, dan pulau kecil," katanya.

SPI diharapkan dapat menjadi bagian gerakan inovasi bahari yang mampu mengubah rendahnya tingkat kepedulian, menjadi rasa memiliki yang tinggi akan keberlanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan, dan tidak lagi membuang sampah sembarangan ke laut.

Selain itu, diharapkan dapat memacu untuk meningkatkan potensi wisata bahari dan wisata alam bawah laut melalui pelestarian mangrove dan terumbu karang, serta kewaspadaan masyarakat sejak dini terhadap bencana alam dan bencana yang terkait dengan perubahan iklim khususnya di Kota Ambon.

Erawan menambahkan pihaknya terus mendorong agar program tersebut dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain, tidak hanya di Ambon, tetapi juga kabupaten/kota lain di Maluku di masa mendatang.

Penulis: Jimmy Ayal/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!