Sekilas Info

Korupsi Pembebasan Lahan untuk Dermaga Lantamal Ambon, Raja dan Mantan Raja Tawiri Jadi Tersangka

satumalukuID/Istimewa Ilustrasi Pemeriksaan di Kejati Maluku.

satumalukuID- Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku akhirnya menetapkan raja dan mantan raja negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, yaitu JnT dan JsT sebagai tersangka.

JnT (Raja Tawiri) dan JsT (mantan Raja Tawiri) dijadikan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembebasan lahan untuk pembangunan dermaga dan sarana prasarana Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon di Negeri Tawiri.

Selain JnT dan JsT, penyidik juga menjerat dua pelaku lainnya sebagai tersangka. Yaitu JRT, Saniri Negeri dan seorang perempuan yakni JRS.

"JNT, JST, JRT, dan saudari JRS disangka menyalahgunakan pendapatan asli negeri Tawiri yang bersumber dari hasil pembebasan lahan milik negeri Tawiri untuk pembangunan dermaga dan sarana prasarana Lantamal IX Ambon Negeri Tawiri tahun 2015," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas (Kasipenkum) Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, Jumat (25/6/2021).

Penyalahgunaan yang dilakukan keempat tersangka tersebut, kata Wahyudi, berdasarkan hasil perhitungan auditor telah merugikan negara sebesar Rp.3,8 miliar.

"Berdasarkan hasil perhitungan kerugian negara sejumlah Rp.3,8 M," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejati Maluku kembali memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus dugaan korupsi pengadaan pembebasan lahan warga untuk pembangunan dermaga dan sarana prasarana pendukung operasional Lantamal IX Ambon di Negeri Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Setelah para Kaur Pemerintahan Desa dan pemilik lahan diperiksa kemarin, hari ini Selasa (9/2/2021), hal serupa juga dilakukan penyidik terhadap JT, mantan Raja Negeri Tawiri dan YNT, Raja Negeri Tawiri.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette (saat ini Wahyudi Kareba), mengungkapkan, JT dan YNT diperiksa oleh penyidik di waktu yang berbeda di Kantor Kejati Maluku di Kota Ambon.

"Benar hari ini ada pemeriksaan terkait dengan (perkara) pengadaan tanah Tawiri," kata Samy kepada wartawan di Ambon.

Menurutnya, JT diperiksa oleh penyidik Ye Almahdaly. Sejak pukul 11.10 WIT sampai dengan 13.05 WIT, ia dicecar 18 pertanyaan seputar kasus korupsi tersebut.

"Kalau YNT diperiksa penyidik, I Gede Widhartama. Ia dicecar sebanyak 45 pertanyaan sejak pukul 10.30 WIT sampai dengan 11.40 WIT," pungkasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!