Sekilas Info

Selang 18 Menit Gempabumi Berkekuatan Di Atas 5 SR Kembali Mengguncang Maluku, Ini Penyebabnya

satumalukuID/Istimewa

satumalukuID- Hanya berselisih 18 menit, sebanyak dua kali gempabumi tektonik berkekuatan di atas 5 Skala Richter (SR) kembali mengguncang wilayah Maluku dan sekitarnya, Kamis (24/6/2021).

Kedua gempa itu tidak berpotensi tsunami. Gempa pertama terjadi pukul 11.24 WIT dengan magnitudo 5,9 SR. Menyusul pada pukul 11.42 WIT sekuat 5,3 WIT. Pusat kedua gempa tersebut berada di laut.

Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Geofisika menjelaskan, episenter gempa pertama berada di laut banda. Informasi kekuatan gempa pertama menunjukkan 5,7 SR, selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,9 SR.

Episenter gempabumi itu terletak pada koordinat 6,04° LS ; 128,34° BT, atau tepatnya berlokasi di laut dengan jarak 242 km arah Timur Laut Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, kedalaman 358 km.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempabumi dalam akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi itu memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

Berdasarkan peta guncangan (shakemap) gempabumi tersebut berpotensi dirasakan di Masohi III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

"Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gembumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam rilisnya.

Sementara itu, gempa kedua terjadi di laut Seram. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi itu berkekuatan 5,4 SR, selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,3 SR.
Episenter gempa itu terletak pada koordinat 2,50° LS ; 127,52° BT, atau tepatnya berlokasi di laut dengan jarak 96 km arah Timur Laut Kabupaten Buru, Maluku, pada kedalaman 11 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal," tambah Bambang.

Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi kedua tersebut memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun (Normal Oblique Fault).

Guncangan gempabumi dirasakan di daerah Piru III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Ambon dan Bula II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gembumi tektonik juga menunjukkan bahwa gempabumi itu tidak berpotensi tsunami," terangnya.

Bambang menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga juga diminta menghindari bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pintanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan dampak kerusakan yang terjadi akibat kedua gempabumi tektonik tersebut.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!