Sekilas Info

Tiga Fasilitas Abadikan Nama Presiden Soekarno di Malteng Diresmikan

Photo: HO/PDI Perjuangan Tangkapan layar Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menandatangani prasasti tiga fasilitas di Masohi, kabupaten Maluku Tengah yang mengabadikan nama Presiden RI Pertama Ir. Soekarno, di Jakarta, Senin (21/6/2021).

satumalukuID - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Sorkarnoputri meresmikan tiga fasilitas infrastruktur di kabupaten Maluku Tengah, provinsi Maluku yang mengabadikan nama Presiden pertama  Ir. Soekarno.

Fasilitas infrastruktur mengabadikan nama Presiden pertama RI yang diresmikan Megawati yang juga mantan Presiden RI ke lima secara virtual dari Jakarta, Senin, yakni monumen patung Ir. Soekarno, Baileo (balai pertemuan) dan ruas jalan Soekarno. Jalan ini sebelumnya diberi nama Jalan protokol.

Ketiga fasilitas yang diresmikan Megawati dan dihadiri Gubernur Maluku Murad Ismail, Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal terletak di ruas jalan Pattimura, Kota Masohi, ibu kota Kabupaten Maluku Tengah.

"Saya minta Baileo yang mengabadikan nama bapak saya (Soekarno) bukan sekedar bangunan biasa, tetapi menjadi muti fungsi dan dapat digunakan seluruh masyarakat di Masohi," ujar Megawati.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan tersebut juga mengapresiasi sikap dan gagasan Pemkab dan masyarakat Maluku Tengah untuk mengabadikan nama ayahandanya melalui tiga infrastruktur tersebut.

"Saya menyampaikan terima kasih yang tinggi bagi Pemkab maupun seluruh masyarakat Maluku Tengah yang mengabadikan nama Presiden Soekarno, sebagai wujud ungkapan terima kasih terhadap sejarah lahirnya Kota Masohi yang dasarnya diletakan oleh Bung Karno pada 3 November 1957," ujarnya.

Dia menyatakan, pemberian nama Masohi oleh Bung Karno yang saat ini menjadi ibu kota Kabupaten Maluku Tengah, bukan tanpa alasan. Masohi yang bahasa adat setempat berarti gotong royong, memiliki makna agar kota tersebut dibangun dengan semangat kegotongroyongan.

"Karena itu pembangunan di Maluku Tengah haruslah dilandasi semangat gotong royong untuk mencapai tujuan bersama yakni kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakatnya," kata Megawati.

Sedangkan Gubernur Maluku Murad Ismail atas nama pemprov dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang berkenaan meresmikan ketiga infrastruktur tersebut secara virtual.

Apalagi Megawati juga mengutus Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun dan Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat untuk menghadiri secara langsung peresmian tersebut di Masohi.

"Presiden pertama RI pernah berkata, 'Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Ketika hari ini kita meresmikan tiga buah sarana infrastruktur dengan memakai nama Ir. Soekarno, membuktikan bahwa orang Maluku sangat menghargai jasa beliau bagi bangsa dan negara, khususnya bagi Kota Masohi," kata Gubernur.

Menurutnya karya besar Ir. Soekarno meletakkan batu pertama pembangunan Kota Masohi, sebagai kabupaten pertama di Maluku, telah tercatat dalam momentum sejarah bagi masyarakat Maluku, karena tidak hanya sekedar pembangunan fisik tetapi juga memiliki pesan moral bagi generasi sekarang.

"Beliau memberikan nama Masohi yang berarti gotong royong, menjadi pertanda beliau memahami akar budaya masyarakat setempat, dan menginginkan daerah ini dibangun dengan mengedepankan semangat persatuan dan saling dukung antarpemangku kepentingan," tandas Gubernur.

Dia berharap tiga infrastruktur yang diresmikan itu menjadi menjadi ikon bagi pengembangan Kabupaten Maluku Tengah di masa mendatang.

Gubernur juga meminta pemkab dan seluruh masyarakat Maluku Tengah untuk merenungkan dan menghayati kembali motto Kota Masohi yakni “Jangan jemu mendaki, kalau mau ke puncak cita”, sehingga saling bersinergi dalam membangun daerahnya.

Kehadiran Baileo, monumen dan Jln Ir. Soekarno diharapkan menjadi pengingat kepada pemerintah dan masyarakat, tentang kuatnya semangat perjuangan dan sikap kenegarawanan Presiden Soekarno maupun para pendahulu bangsa.

Penulis: Jimmy Ayal/ant
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!