Sekilas Info

Masuk Provinsi Terendah Dalam Vaksinasi Covid-19, Wakapolda Maluku Ajak Warga Ikut Vaksin Massal

satumalukuID/Istimewa Wakil Kepala Polda Maluku Brigjen Pol Jan de Fretes.

satumalukuID- Maluku tercatat sebagai provinsi terendah dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Menyikapi hal itu, Wakil Kepala Polda Maluku Brigjen Pol Jan de Fretes, mengajak warga dapat mengikuti vaksinasi massal pada 26 Juni 2021 mendatang.

Selain masyarakat umum, orang nomor 2 Polda Maluku itu juga meminta para personil Polri yang belum divaksinasi agar dapat mengikuti program pencegahan penyebaran Covid-19 tersebut.

Permintaan Wakapolda Maluku ini disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops) dan Kementerian Kesehatan pada Selasa (22/6/2021).

Rakor yang dihelat secara virtual tersebut membahas percepatan vaksinasi Covid-19 dan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-75 pada 1 Juli mendatang.

"Untuk memudahkan masyarakat di mohon Binmas agar memberikan pencerahan kepada masyarakat sehingga mereka mau melaksanakan vaksin," pinta Wakapolda Jan de Fretes kepada jajarannya saat Rakor melalui video conference.

Tak hanya warga, personil Polri di jajaran Polda Maluku juga ditekankan untuk segera melaksanakan vaksinasi. Termasuk kepada para anggota yang tinggal di dalam Asrama Polisi.

"Tolong dijelaskan kepada anggota kita yang belum melaksanakan vaksinasi agar segera dapat mengikutinya," tegasnya.

Orang nomor 2 Polda Maluku ini berharap kepada jajarannya agar dapat memenuhi target yang telah ditentukan yaitu pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala mikro dan vaksinasi 1 juta orang.

"Kedepannya semua kegiatan yang dilaksanakan akan menggunakan sertifikat untuk segala sesuatu," kata de Fretes.

Sebelumnya, Asops Kapolri Irjen Pol Imam Sugianto, melalui rakor secara virtual menyampaikan Maluku sebagai provinsi terendah dalam proses vaksinasi di Indonesia. Selain Maluku, provinsi terendah lainnya yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Barat dan Kalimantan Timur.

Penyampaian tersebut berdasarkan data yang masuk dari tanggal 16 sampai 21 Juni 2021. Untuk provinsi yang jumlah vaksinasi tertinggi berada di Sumatera Utara, Sulawessi Selatan, Metro Jaya, Kalimantan Barat, dan Kepulauan Riau.

"Vaksinasi tertinggi ada di Sumut, Sulsel, Metro Jaya, Kalbar dan Kepri, sedangkan yang terendah Maluku, NTT, Malut, Pabar, dan Kaltim," sebutnya.

Imam berharap proses vaksinasi massal tidak dilakukan untuk kepentingan personil Polri semata, tetapi 1 juta vaksin tersebut harus diberikan kepada semua elemen masyarakat.

"Bersama dengan TNI untuk saling membantu vaksinasi massal tanggal 26 Juni 2021. Pelaksanakan vaksinasi akan di evaluasi setiap minggunya, dan pelaporan akan diperbaiki agar kewilayahan tidak bingung," pintanya.

Imam juga menyampaikan penekan Presiden tentang dua hal terkait implementasi PPKM berskala mikro di seluruh wilayah di Indonesia, khususnya yang masuk zona merah penyebaran Covid-19.

"Bapak Presiden mengharapkan implementasinya dan wilayah yang masuk zona merah untuk melakukan penebalan-penebalan, mengambil langkah progresif untuk melakukan PPKM Mikro," katanya.

Olehnya itu, Imam meminta jajaran Polda di seluruh Indonesia untuk mengupdate jumlah personil Polri dalam melaksanakan penebalan setiap harinya. Kepada para Wakapolda se jajaran, ia meminta untuk proses vaksinasi dapat diperhatikan, sehingga bisa mencapai target 1 juta orang.

"Tolong agar para Waka Polda untuk menjadi perhatian agar target vaksinasi 1 juta dapat tercapai. Akan dilakukan Anev harian, mudah-mudahan pelaksanaan vaksinasi mengalami peningkatan, dan angka dari 34 provinsi akan digabungkan menjadi 1 juta," tandasnya.

Penulis: Husen Toisuta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!